Loei, Thailand – Mantan kapten Timnas U-22 Thailand, Achitpol Keereerom, membuat keputusan mengejutkan dengan mengakhiri sementara karier sepak bola profesionalnya di Liga Jerman. Gelandang berusia 24 tahun itu memilih pulang ke kampung halamannya di Provinsi Loei untuk menjalani kehidupan monastik sebagai biksu di sebuah kuil setempat. Langkah ini diambil di tengah kurangnya kemajuan yang dirasakan dalam perjalanan kariernya di Eropa.
Keputusan Keereerom untuk menempuh jalan spiritual mengejutkan publik, mengingat ia memiliki kontrak profesional di Liga Jerman. Meski telah lama berlatih dan bermain di Jerman, pemain kelahiran 2001 itu kesulitan mencetak prestasi signifikan di lingkungan sepak bola Eropa yang penuh tantangan.
Menurut laman resmi Transfermarkt, Achitpol Keereerom tercatat sebagai pemain Schwaben Augsburg, klub kasta keempat Liga Jerman. Ia dikontrak pada Agustus 2024 lalu dengan durasi hingga Juni 2026. Selama berkarier, ia mencatatkan total 21 pertandingan di semua kompetisi, dengan torehan lima gol dan tiga assist, sebuah statistik yang sebenarnya tidak buruk, namun kariernya dianggap tak berkembang.
Achitpol memang menghabiskan sebagian besar kariernya di Jerman, bukan di Thailand. Ia merupakan jebolan akademi Rosenheim U-19, lalu bergabung dengan FC Augsburg II pada 2021 dan bermain selama tiga musim sebelum pindah ke Schwaben Augsburg tahun lalu.
Kiprahnya di tim nasional juga cukup baik, meskipun pernah merasakan kekalahan telak dari Timnas Indonesia yang dilatih Indra Sjafri di final SEA Games 2023. Saat itu, Thailand harus takluk 5-2 dari Indonesia.
Menjadi seorang atlet yang kemudian beralih menjadi biksu bukanlah hal aneh dalam dunia olahraga Thailand, termasuk di kalangan pesepak bola. Keputusan Keereerom untuk menjadi biksu mungkin bukan hanya jeda sementara, melainkan sebuah perjalanan untuk menemukan keseimbangan dan makna hidup yang lebih dalam.
Perspektif ini sangat unik dan khas Thailand, di mana olahraga dan kehidupan spiritual seringkali berjalan beriringan. Dengan kontraknya yang belum berakhir, Achitpol kemungkinan tidak terlalu khawatir dengan masa depannya. Tidak tertutup kemungkinan, setelah menyelesaikan masa kebhiksuannya, ia akan kembali ke lapangan dan menemukan kembali sentuhan terbaiknya untuk dipanggil Timnas Thailand di masa mendatang.







