Bandung – Laga akbar antara Persib Bandung dan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, pada Minggu (11/1/2025) dipastikan menjadi atensi besar bagi para penggemar sepak bola.
Duel klasik yang mempertemukan dua rival abadi ini selalu menyajikan tensi tinggi dan drama di lapangan.
Antusiasme Bobotoh, sebutan untuk pendukung Persib, sangat luar biasa.
Persib mengumumkan bahwa seluruh tiket pertandingan, termasuk tribun Timur, Utara, Selatan, dan VIP, telah ludes terjual sejak 6 Januari lalu.
“Antusiasme Bobotoh untuk laga PERSIB vs PERSIJA sungguh luar biasa. Per hari ini, tiket resmi untuk tribun Timur, Utara, Selatan, serta VIP telah habis terjual alis sold out, sesuai kapasitas dan regulasi yang berlaku,” demikian pernyataan resmi dari pihak Persib.
Namun, tingginya permintaan tiket ini dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Praktik percaloan tiket dan potensi peredaran tiket palsu menjadi perhatian serius.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah berupaya meminimalisir praktik penipuan tiket.
“Kalau banyak calo yang jualan, tapi kami belum cetak, jadi jualan apa mereka. Biasanya tiket baru dicetak H-1, dini hari baru sampai kantor. Jadi kalau ada pertandingan hari Minggu, tiket itu baru nyampai jam 2 pagi,” ujar Adhitia.
Ia menambahkan, para calo menggunakan berbagai cara, termasuk membuat website bodong yang terintegrasi dengan sistem pembayaran palsu.
Meskipun sulit untuk memberantas percaloan sepenuhnya, Persib berupaya meminimalisir dampaknya dengan menerapkan sistem tiket online.
“Yang kedua kami juga sudah menyampaikan, saya akan naif kalau bilang calo hilang 100 persen, yang bisa hilang yang saya tahu hanya meminimalisir, dengan adanya tiket online satu KTP, satu ID, satu tiket,” katanya.
Pihaknya juga mengimbau kepada Bobotoh untuk melaporkan jika menemukan praktik percaloan tiket.
“Makanya kami mengimbau apabila ada Bobotoh yang melihat calo, laporkan ke kami, tim cs-nya kami, bahkan di hari H kami akan menyisir sekitaran GBLA untuk mencari. Ada dua kemungkinan, apakah itu benar calo, atau jualan tiket palsu,” pungkasnya.







