Surabaya – Persebaya Surabaya resmi menunjuk Bernardo Tavares sebagai pelatih baru untuk mengarungi Super League 2025/2026. Manajemen klub berjuluk Green Force ini mempercayakan posisi pelatih kepala kepada juru taktik asal Portugal tersebut.
Penunjukan ini menandai keseriusan Persebaya dalam menyambut kompetisi Super League 2025/2026. Bernardo Tavares dipilih karena dinilai memiliki pengalaman, karakter kepemimpinan, dan pemahaman sepak bola modern yang sejalan dengan visi klub.
Bernardo Tavares bukan sosok asing di sepak bola Indonesia. Sebelumnya, pelatih berusia 45 tahun ini pernah menangani PSM Makassar dan dikenal dengan pendekatan taktik disiplin serta kemampuan komunikasi yang baik dengan pemain.
Kepastian bergabungnya Tavares diumumkan melalui akun media sosial resmi klub. Persebaya juga menjelaskan rencana awal terkait struktur kepelatihan, di mana Tavares akan membawa seorang asisten, namun tetap mempertahankan tim kepelatihan yang sudah ada.
“Coach Bernado Tavares is Green. Dia akan tiba di Surabaya dengan membawa seorang asisten. Seluruh tim kepelatihan yang ada saat ini, juga akan terus men-support Coach Tavares di Persebaya,” tulis akun Instagram @officialpersebaya.
Keputusan ini memberikan sinyal kesinambungan program yang selama ini berjalan di Persebaya Surabaya. Klub memilih jalur kolaboratif agar transisi kepemimpinan berlangsung mulus tanpa gejolak internal.
Saat masih melatih PSM Makassar, Tavares pernah menyinggung perbedaan anggaran yang signifikan antara klub-klub di Liga Indonesia.
“Perbedaan anggaran dibandingkan dengan klub lain seperti Persija, Persib, atau Bali United sangat besar. Saya berani mengatakan bahwa PSM Makassar (saat itu) adalah klub recehan, sedangkan Persija adalah klub jutaan,” ungkap Tavares kepada jurnalis Ines Antunes dari media Portugal, Sport Informas Sapo.
Tavares menambahkan, “Saya sering bercanda bahwa banyak uang tidak memenangkan pertandingan. Terkadang uang sangat membantu, tetapi uang saja tidak cukup untuk memenangkan pertandingan.”
Bersama PSM Makassar, Bernardo Tavares berhasil meraih gelar juara dengan mengandalkan sebagian besar pemain muda dan pemain lokal Indonesia. Kala itu, hanya ada dua pemain yang pernah bermain di Portugal, yakni pemain Brasil Éverton Nascimento dan pemain asal Tanjung Verde, Yuran Fernandes.
“Kunci keberhasilan mereka adalah kerendahan hati,” pungkas Tavares.







