Padang – Pembalap MotoGP, Maverick Vinales, menatap musim 2025 dengan ambisi besar. Bergabung dengan tim KTM Tech3, Vinales bertekad menjadi yang terbaik di antara pembalap pabrikan asal Austria tersebut.
Namun, cedera yang dialaminya di Sachsenring sempat mengganggu persiapan dan membuatnya absen di beberapa putaran. Kini, Vinales mengaku sudah jauh lebih bugar dan siap kembali ke performa terbaiknya.
“Pemulihan membutuhkan waktu lama, karena ligamen saya robek. Tujuh puluh persen tendon supraspinatus saya cedera,” ungkap Vinales, seperti dikutip dari GPOne. Ia menambahkan bahwa cedera pada labrum glenoid menjadi bagian tersulit untuk dipulihkan.
Untuk mewujudkan ambisinya, Vinales menggandeng mantan juara dunia MotoGP, Jorge Lorenzo, yang akan mendukungnya dalam persiapan teknis dan fisik. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan performanya di lintasan.
Vinales mengaku bahwa meski sudah pulih, mengendarai motor masih terasa rumit. Ia menceritakan pengalamannya saat terjatuh dan bagaimana adrenalin membantunya untuk segera kembali ke trek.
“Anehnya, ketika saya jatuh, saya hampir tidak menyentuh tanah dan langsung berlari, penuh adrenalin, mencari motor lain, untuk kembali ke trek di menit-menit terakhir kualifikasi,” kenangnya.
Pembalap berusia 30 tahun ini juga mengungkapkan kecintaannya pada dunia balap yang diwariskan dari keluarganya. “Kakek saya adalah yang paling bersemangat di keluarga, lalu beliau mewariskannya kepada paman saya, ayah saya,” ujarnya.
Vinales mulai fokus pada karier balapnya setelah menyadari bahwa ia selalu ingin menang sejak kecil. “Sejak usia dini, saya ingin menang. Kalau tidak, saya tidak bahagia,” katanya.
Perjalanan Vinales di MotoGP diwarnai dengan berbagai pengalaman, termasuk saat membela tim Suzuki dan Yamaha. Ia bahkan sempat mengungguli rekan setimnya, Valentino Rossi, saat di Yamaha.
“Menyenangkan dan mengejutkan. Menyadari Anda melaju lebih cepat daripada idola Anda itu aneh,” kata Vinales tentang Rossi.
Meski demikian, Vinales mengakui bahwa ada sedikit penyesalan karena tidak bertahan di Yamaha pada tahun 2021 dan memilih Aprilia.
Kini, bersama KTM Tech3 dan dukungan dari Jorge Lorenzo, Vinales menatap musim 2026 dengan optimisme tinggi. Ia bertekad untuk meraih gelar juara dunia dan menjadi satu-satunya pembalap yang menang dengan empat merek motor berbeda.
“Memenangkan Kejuaraan Dunia. Itulah tujuan pertama saya,” tegas Vinales.
