Miami – Setahun pasca kericuhan di Final Copa America 2024, penyelenggara sepakat memberikan kompensasi ratusan miliar rupiah kepada penonton yang dirugikan. Keputusan ini diambil setelah gugatan class action yang diajukan suporter diproses sejak 2024 hingga 2025.
Kekacauan bermula saat Final Copa America 2024 antara Argentina dan Kolombia digelar di Hard Rock Stadium, Miami. Ribuan penonton telah memadati area pintu masuk beberapa jam sebelum pertandingan.
Situasi berubah tak terkendali ketika sejumlah suporter mencoba menerobos gerbang. Pihak keamanan merespons dengan menutup gerbang dan memperlambat arus masuk, yang justru menimbulkan kerumunan padat. Banyak penonton dengan tiket resmi terjebak di luar.
Sebagian penonton dilaporkan sesak, kelelahan, bahkan pingsan akibat tergencet dan kepanasan.
Kickoff yang seharusnya dimulai pukul 19.00 waktu setempat ditunda sekitar satu jam 20 menit. Petugas membuka gerbang tanpa pemeriksaan tiket demi mengurangi risiko desak-desakan dalam keadaan darurat.
Keputusan itu memungkinkan ribuan orang tanpa tiket memasuki stadion, sementara pemilik tiket banyak yang kehilangan kursi.
Kericuhan juga terjadi di dalam stadion. Sebagian suporter memanjat pagar hingga menerobos ventilasi untuk masuk.
Beberapa fasilitas stadion rusak, termasuk eskalator dan kaca pecah. Polisi mencatat 27 orang ditangkap dan 55 orang dikeluarkan dari stadion.
Setelah pertandingan yang dimenangkan Argentina 1-0, penonton yang dirugikan mengajukan gugatan class action terhadap CONMEBOL, Concacaf, Best Security, dan South Florida Stadium LLC.
Proses hukum berlangsung sepanjang akhir 2024 hingga 2025.
Pada Senin (24/11), seluruh pihak yang digugat menyetujui penyelesaian hukum dengan membayar total 14 juta dolar AS (sekitar Rp 233 miliar).
Dana tersebut akan digunakan sebagai kompensasi bagi suporter yang terdampak. Besaran kompensasi per orang belum dipastikan, bergantung pada jumlah klaim yang diajukan.
