Hanoi – Vietnam menyambut gembira analisis seorang pengacara olahraga Malaysia yang memprediksi peluang Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) sangat tipis. Analisis ini memberi angin segar bagi timnas Vietnam untuk membalikkan keadaan, sementara Malaysia terancam sanksi lebih berat, termasuk potensi pembatalan hasil kualifikasi Piala Asia 2027.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Nik Erman Nik Roseli, pengacara olahraga asal Malaysia. Menurut Nik Erman, dasar yang digunakan FIFA sangat kuat, sementara argumen FAM dinilai sangat lemah dan bahkan nyaris tidak berdasar.
FAM dianggap tidak memiliki bukti baru yang bisa menguatkan klaim mereka terkait silsilah keturunan tujuh pemain naturalisasi yang sebelumnya telah disanksi. Sebaliknya, investigasi FIFA terhadap pejabat FAM dan para pemain justru mengindikasikan bahwa pemalsuan dokumen dilakukan secara terencana.
“Jika kita melihat alasan-alasan yang dikemukakan oleh FAM, argumen mereka dianggap sangat lemah,” kata Nik Erman. Ia menambahkan, “Karena mereka hanya berfokus pada tidak ada niat buruk, FAM tidak diuntungkan dan banding ditujukan untuk mengurangi hukuman.”
Lebih mengejutkan lagi, Nik Erman mengungkapkan bahwa FAM mengakui, bukan membantah, bahwa dokumen-dokumen tersebut dipalsukan dalam dua tahap persidangan FIFA. Pengakuan ini muncul meskipun FAM telah berulang kali menyatakan di media sosial bahwa mereka akan memperjuangkan kasus ini hingga CAS.
Dengan dirilisnya dokumen setebal 64 halaman, FIFA telah membuktikan pemeriksaan mendetail terhadap setiap aspek kasus ini. Oleh karena itu, FAM dinilai hampir tidak memiliki peluang untuk memenangkan banding di CAS.
Situasi inilah yang membuat media di Vietnam bersukacita. Mereka melihat ini sebagai kabar baik yang membuat tim Malaysia semakin bingung dan khawatir. “Pengacara memberi kabar baik untuk tim Vietnam, tim Malaysia semakin bingung dan takut,” tulis sebuah media Vietnam.
Vietnam meyakini bahwa Malaysia akan menerima hukuman lebih berat jika FAM kembali kalah di Sidang CAS. Salah satu potensi hukuman adalah pembatalan pertandingan di kualifikasi putaran ketiga Piala Asia 2027, khususnya laga melawan Nepal dan Vietnam. Selain itu, Malaysia juga kemungkinan besar akan didiskualifikasi dari turnamen.
“Jika banding tidak berhasil, sepak bola Malaysia akan menghadapi hukuman lebih lanjut dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC),” lanjut media tersebut. “Kemungkinan besar, Malaysia akan menerima dua kekalahan di Kualifikasi Piala Asia 2027 atas Nepal dan Vietnam.”
Analisis terkini dari pengacara Malaysia ini dipercaya dapat memberikan dasar kuat bagi Vietnam untuk membalikkan keadaan, sekaligus meningkatkan tekanan pada Federasi Malaysia menjelang putusan akhir di CAS. Menarik dinantikan bagaimana nasib sepak bola Malaysia selanjutnya.







