Arena Sumbar – Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, berpeluang mencetak sejarah dengan meraih gelar juara dunia MotoGP ketujuh sepanjang kariernya. Kesempatan itu terbuka lebar pada seri balap MotoGP Jepang 2025 di Sirkuit Motegi, yang akan berlangsung pada 26-28 September mendatang.
Namun, jika gagal di Jepang, Marquez masih memiliki peluang untuk mengamankan gelar juara di seri balap MotoGP Indonesia 2025 yang akan digelar di Sirkuit Mandalika pada 3-5 Oktober.
Marquez, yang kini berusia 32 tahun, saat ini mengoleksi 512 poin. Ia unggul jauh dari adiknya, Alex Marquez, yang baru mengumpulkan 330 poin. Selisih 182 poin ini menjadi modal berharga bagi Marquez untuk mengunci gelar juara dunia.
Untuk memastikan gelar juara di Motegi, Marquez hanya perlu mencetak tiga poin lebih banyak dari Alex Marquez. Dengan enam Grand Prix tersisa setelah Jepang, total 222 poin masih bisa diperebutkan.
Jika Marquez memenangkan sprint race dan Alex finis sebagai runner-up di Motegi, selisih poin akan menjadi 185. Dalam skenario ini, Marquez hanya perlu finis di depan Alex saat balapan utama atau bahkan jika keduanya gagal finis, Marquez tetap akan menjadi juara dunia.
Pembalap berjuluk “The Baby Alien” ini sebelumnya telah meraih enam gelar juara dunia kelas premier, yaitu pada 2013, 2014, 2016, 2017, 2018, dan 2019. Setelah mengalami cedera pada 2020 yang membuatnya tidak kompetitif, Marquez menunjukkan kebangkitannya pada 2024 dengan bergabung ke tim satelit Ducati, Gresini, dan mengakhiri musim di posisi ketiga.
Gelar juara dunia ketujuh ini akan semakin mendekatkan Marquez dengan rekor Valentino Rossi di kelas para raja. Selain itu, Marquez juga berpeluang mencetak rekor lain dengan meraih gelar juara dunia lebih cepat dari tiga balapan tersisa MotoGP 2025.
“Lingkarannya sudah tertutup. Kita hanya perlu menguncinya, ini hanya masalah waktu, di Jepang atau Indonesia, sesegera mungkin tapi tanpa perlu berlebihan,” ujar Marquez.
“Yang penting adalah melakukannya, menari bersama karena saya tidak sendirian mengalaminya, kita semua mengalaminya bersama,” tambahnya.
Sementara itu, terkait potensi Veda Ega Pratama untuk debut di Moto3 lebih cepat, opsi tampil terbuka melalui tiga cara.







