Manchester – Manchester United (MU) akan meminta pertemuan dengan Professional Game Match Officials Limited (PGMOL). Langkah ini diambil setelah klub menilai sejumlah keputusan wasit pada Liga Inggris 2025-2026 merugikan mereka.
Sepanjang musim ini, Man United mencatat beberapa momen kontroversial dalam pertandingan-pertandingan krusial.
Dalam laga tandang melawan Brentford, Man United takluk 1-3. Klub menilai bek lawan, Nathan Collins, seharusnya menerima kartu merah karena menghalangi peluang gol Bryan Mbeumo. Insiden ini menjadi salah satu sorotan Man United terkait konsistensi kepemimpinan wasit.
Situasi serupa terjadi saat menjamu West Ham United yang berakhir imbang 1-1. Man United merasa hasil pertandingan tersebut dipengaruhi oleh keputusan wasit. Bek West Ham, Aaron Wan-Bissaka, seharusnya mendapat kartu kuning kedua setelah melakukan tekel terhadap Patrick Dorgu.
Bahkan saat menang 4-1 melawan Wolverhampton Wanderers, Man United tetap mencatat keputusan wasit sebagai bahan evaluasi. Klub berpendapat, potensi kemenangan yang lebih besar terbuka jika wasit Michael Salisbury memiliki pandangan berbeda terkait insiden handball Emmanuel Agbadou.
Rangkaian kejadian ini mendorong manajemen Man United mencari kejelasan. CEO Omar Berrada dan Direktur Teknik Jason Wilcox direncanakan berdialog langsung dengan PGMOL. Mereka ingin memperoleh penjelasan mengenai standar keputusan wasit di Liga Inggris 2025-2026.
PGMOL saat ini dipimpin oleh Howard Webb, mantan wasit yang cukup dikenal di Inggris. Nama Webb pernah dikaitkan dengan sejumlah keputusan penting di masa lalu, termasuk saat Man United bersaing di papan atas liga.
Webb pernah menyinggung momen lama saat memimpin laga Man United kontra Tottenham Hotspur. Ia mengakui penyesalan atas keputusan penalti yang ia buat pada Liga Inggris musim 2008-2009.
“Saya saat itu hanya berkata, ‘sial’. Sebagai wasit, Anda bisa melihat pergeseran momentum dalam pertandingan,” ujar Webb.
Saat ini, Man United masih menempati zona persaingan Eropa di klasemen Liga Inggris 2025-2026. Dari 16 pertandingan, mereka mengumpulkan 26 poin, dengan tujuh kemenangan, lima hasil imbang, dan empat kekalahan.
Jarak poin dengan Chelsea di peringkat keempat hanya dua angka, menandakan persaingan papan atas masih sangat ketat.







