Padang – I.League memberikan kejelasan terkait kebijakan produksi konten di stadion, menegaskan tidak ada larangan khusus bagi penonton umum untuk merekam video atau mengambil foto selama bersifat non-komersial. Kebijakan ini diambil untuk merespon antusiasme luar biasa dari para penggemar di setiap pertandingan.
I.League menghargai peran penting suporter dalam menciptakan atmosfer stadion yang hidup dan bersemangat. Aktivitas merekam video atau mengambil foto untuk dibagikan di media sosial dianggap sebagai ekspresi kecintaan pada klub dan kompetisi.
Namun, I.League memberlakukan aturan berbeda untuk media dan pembuat konten komersial. Jurnalis yang bertugas di tribun media fokus pada penulisan laporan pertandingan, sementara fotografer profesional ditempatkan di area khusus pinggir lapangan.
Perekaman video oleh wartawan dari tribun media belum diizinkan karena hak siar pertandingan dipegang eksklusif oleh EMTEK. Kebijakan ini bertujuan melindungi kesinambungan ekosistem penyiaran dan kualitas liputan resmi.
Hal serupa berlaku bagi konten kreator, YouTuber, dan influencer. Meskipun semangat mereka untuk mendokumentasikan pertandingan dihargai, pembatasan diperlukan untuk konten video komersial agar tidak tumpang tindih dengan hak siar resmi.
I.League sedang menyiapkan mekanisme khusus yang memberikan ruang bagi konten kreator untuk tetap berkarya tanpa melanggar hak siar. Detail mekanisme ini akan diumumkan setelah berdiskusi dengan para pemangku kepentingan.
Bagi suporter, kebijakan ini menjadi kabar baik karena mereka bebas merekam keseruan dari tribun. Video dan foto dari penonton justru dianggap sebagai promosi organik terbaik bagi Super League 2025/2026.
I.League menyadari bahwa berbagi momen di stadion telah menjadi budaya baru di kalangan generasi muda dan memahami daya tarik sepak bola modern semakin erat dengan partisipasi digital para penggemar. Liga berusaha menciptakan keseimbangan antara hak penonton untuk berbagi pengalaman dan kewajiban profesional kepada pemegang hak siar.







