Bandung – Keputusan Bojan Hodak mundur dari kursi pelatih kepala Persib Bandung dinilai sebagai langkah yang tepat dan bijaksana. Pengamat olahraga sekaligus Guru Besar FPOK UPI, Prof. Dr. H. Dikdik Zafar Sidik, M.Pd., menyatakan bahwa pergantian posisi tersebut tetap menjaga kesinambungan tim karena Igor Tolic yang ditunjuk sebagai pengganti telah memahami karakter serta kondisi psikologis pemain.
Menurut Dikdik, keputusan Bojan untuk mundur kemungkinan besar dipengaruhi oleh faktor personal dan kondisi mental setelah kehilangan ibunya. Ia memandang langkah tersebut sebagai keputusan positif yang diambil secara baik-baik, sehingga tidak mengganggu stabilitas tim.
Penunjukan Igor Tolic sebagai pelatih kepala, yang sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih, dinilai sebagai keputusan strategis manajemen. Igor dianggap tidak memerlukan waktu adaptasi lama karena telah bergabung sejak 2024 dan sudah sangat mengenal lingkungan serta kebutuhan internal skuad Maung Bandung.
Dikdik juga memberikan apresiasi terhadap kebijakan manajemen, terutama peran Haji Umuh Muchtar selaku Manajer Persib dan Komisaris PT PBB, yang tetap melibatkan Bojan sebagai penasehat teknik atau Shareholder Group Technical Advisor. Langkah ini diyakini mampu menjaga performa tim sekaligus memberikan ruang bagi Bojan untuk memulihkan kondisi kesehatannya.
Meski transisi kepelatihan berjalan mulus, Dikdik mengingatkan bahwa manajemen dan tim pelatih tetap memiliki pekerjaan rumah dalam menghadapi kompetisi musim depan. Ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap komposisi pemain.
Langkah rotasi atau perombakan pemain dinilai perlu dilakukan untuk menutupi celah kelemahan yang masih terlihat di beberapa pertandingan. Hal ini krusial agar produktivitas dan performa Persib dapat terus ditingkatkan demi mempertahankan dominasi mereka di kompetisi Liga Indonesia.
