Jakarta – Pelatih asal Inggris, John Herdman, memperingatkan tim-tim peserta Piala Dunia 2026 mengenai tantangan ekstrem yang akan mereka hadapi di Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko. Berbekal pengalaman 15 tahun di Kanada, Herdman menyoroti ancaman cuaca dan kelembapan ekstrem hingga badai tornado yang berpotensi mengganggu persiapan tim.
Herdman telah menghabiskan lima tahun sebagai pelatih Tim Nasional Kanada, bahkan memimpin tim tersebut di Piala Dunia 2022. Pengalamannya yang mendalam di salah satu negara tuan rumah Piala Dunia 2026 memberinya perspektif unik tentang kondisi yang akan menanti para peserta.
“Apa yang telah saya pelajari di sini adalah Anda harus mengembangkan pola pikir anti-rapuh,” ujar pria berusia 50 tahun itu kepada Mail Sport. Menurutnya, tim yang akan sukses adalah mereka yang mempersiapkan diri secara matang, menemukan peningkatan kecil, dan menciptakan efek plasebo. Namun, yang terpenting, mereka harus siap menghadapi kekacauan.
Ia menjelaskan, para tim akan melintasi zona waktu, iklim, ketinggian, dan budaya yang berbeda setiap beberapa hari. “Anda akan berpindah dari panas kering ke kelembapan ekstrem. Tidak mungkin beradaptasi dengan iklim tersebut dalam waktu sesingkat itu,” katanya. Herdman menekankan pentingnya konsentrasi pada sisi mental, membuat para pemain percaya bahwa setiap usaha kecil akan memberikan keuntungan.
Herdman menceritakan pengalamannya selama Gold Cup 2019 sebagai contoh nyata. Kanada memulai turnamen di Los Angeles dengan suhu 34 derajat Celcius, kemudian dua hari kemudian terbang ke Colorado untuk bermain di ketinggian. Saat latihan, sirene peringatan tornado bahkan sempat berbunyi.
Situasi berlanjut saat tim berpindah dua zona waktu untuk bermain di Charlotte dengan kelembapan 90 persen. Sehari sebelum pertandingan, badai terjadi, listrik padam, dan hotel terendam banjir, memaksa mereka pindah hotel pada pukul 2 pagi. “Kemudian kami terbang ke Houston untuk bermain di dalam ruangan di stadion NFL, yang ternyata tidak dirancang untuk sepak bola,” imbuhnya.
Mantan pelatih Toronto FC di MLS itu juga menyadari bahwa beberapa pemain akan mencari alasan jika faktor eksternal berkonspirasi melawan mereka. “Badai, tornado, penerbangan tertunda, itu bisa menjadi tombol keluar yang dicari sebagian dari mereka,” ujarnya.
Ia mencontohkan kekalahan 2-3 Timnas Kanada dari Haiti di perempat final Gold Cup 2019, meski sempat unggul 2-0 di babak pertama. “Hanya itu yang dibutuhkan,” katanya, merujuk pada dampak faktor eksternal. Herdman membandingkan ini dengan Piala Dunia di Qatar yang “sempurna” dengan logistik yang mudah. “Bayangkan para pemain yang pengalaman Piala Dunia pertama mereka seperti itu, ini adalah kebalikannya! Mereka akan menderita selama latihan, bukan hanya pertandingan. Itu sangat melelahkan. Rasanya sangat menekan,” jelasnya.
Herdman menambahkan bahwa perubahan konstan pada pola tidur dan waktu makan juga akan menjadi tantangan. Tim yang paling mudah beradaptasi, termasuk dalam gaya bermain dan strategi, akan menjadi yang paling sukses. “Jika Anda memiliki stadion ber-AC, Anda dapat memainkan gaya apa pun yang Anda sukai. Tetapi jika Anda berada di jalur yang panas, itu akan menjadi permainan dengan intensitas rendah dan Anda harus beradaptasi,” pungkasnya.
Pada akhirnya, Herdman menegaskan bahwa terlepas dari semua persiapan, faktor pembeda terbesar adalah apakah pelatih dan pemain mampu menerima “kegilaan” dari semua itu.







