Padang – Tim voli putri Vietnam disebut-sebut sedang memiliki generasi emas, meskipun gagal meraih medali emas di SEA Games 2025 Thailand.
Pada SEA Games 2025, Vietnam meraih medali perak setelah melaju ke babak final.
Tim asuhan Nguyen Tuan Kiet gagal menggulingkan Thailand sebagai ratu voli Asia Tenggara setelah kalah di partai puncak.
Dalam pertandingan dramatis, Vietnam menyerah setelah berjuang lima set dengan skor akhir 2-3 (25-19, 13-25, 18-25, 25-23, 23-25) di Indoor Stadium Huamark.
Ini menjadi medali perak keempat berturut-turut yang diraih Tranh Thi Thanh Thuy dkk di pesta olahraga terbesar ASEAN itu.
Meski gagal meraih medali emas, perjalanan Vietnam di SEA Games 2025 cukup solid, di mana mereka kembali menjadi momok bagi tim Indonesia.
Pada babak penyisihan Grup B, tim Merah Putih yang diperkuat Megawati Hangestri Pertiwi tidak berdaya dan Vietnam menang tiga set langsung.
Sepanjang tahun 2025, Vietnam mengalami periode membanggakan meskipun belum sepenuhnya lepas dari bayang-bayang Thailand.
Kegemilangan di SEA Games 2025 mendapat sorotan dari media Vietnam, TheThaoSGGP.
Menjelang akhir tahun 2025, Vietnam menduduki peringkat keempat terbaik di Asia dalam ranking FIVB terbaru.
Federasi Vietnam menduduki peringkat ke-28 dunia atau keempat di Asia di bawah Jepang, China, dan Thailand.
TheThaoSGGP menilai bukan hal yang mustahil bagi Vietnam untuk bersaing di level dunia dalam waktu dekat.
“Tim voli putri Vietnam kini bisa mencapai level kelas dunia dan itu bukanlah hal yang terlalu jauh lagi untuk digapai,” tulis TheThaoSGGP.
“Federasi Bola Voli Internasional (FIVB) baru saja mengumumkan peringkat akhir untuk tahun 2025.”
“Dan tim voli putri Vietnam berada di peringkat ke-28, atau berada di peringkat ke-4 di Asia (setelah Jepang, Cina, dan Thailand).”
Selain di SEA Games 2025, Vietnam juga berjaya di panggung Asia pada AVC Challenge Cup 2025.
Mereka meraih gelar juara untuk ketiga kalinya secara beruntun sejak 2023 dan 2024 dengan mengalahkan Filipina di final dengan skor telak 3-0.
Vietnam juga menorehkan sejarah di SEA V League 2025 dengan mengalahkan Thailand.
“Selanjutnya adalah pertandingan klasik dalam sejarah voli Asia Tenggara di final voli putri SEA Games ke-33 antara tim Vietnam dan tuan rumah Thailand,” tulis TheThaoSGGP.
“Sepanjang sejarah voli di SEA Games, belum pernah ada pertandingan yang semenarik, sedramatis, dan selama itu (dengan skor 3-2 untuk Thailand).”
“Meskipun kalah, talenta voli Vietnam mendapatkan kekaguman dari para pengamat di kawasan ini atas semangat juang mereka yang berani dan keinginan yang membara untuk berprestasi.”
“Dan puncak dari tahun 2025 adalah perjalanan spektakuler mereka menuju gelar juara ketiga berturut-turut di Asian AVC Challenge Cup (2023, 2024, dan 2025).”
“Hasil itu membuat Vietnam mengamankan tiket ke Kejuaraan Dunia Voli Putri 2025 untuk pertama kalinya dalam sejarah.”
TheThaoSGGP juga menyinggung kekuatan Vietnam yang kini sedang menggila dengan para pemain yang dicap sebagai generasi emas.
“Tim putri Vietnam saat ini memiliki generasi emas sejati, dengan pemain-pemain seperti Tran Thi Thanh Thuy, Vo Thi Kim Thoa, Le Thanh Thuy, Hoang Thi Kieu Trinh, Nguyen Khanh Dang,” tulis TheThao.
“Terlebih lagi, tim ini memiliki pelatih mumpuni Nguyen Tuan Kiet, yang telah sepenuhnya mengubah citra dan aspirasi kemenangan tim dalam tiga tahun terakhir.”







