www.domainesia.com
Web Hosting
www.domainesia.com

Vardy Susul Audero ke Cremonese: Selamatkan Mimpi Klub

Cremona – Arena Sumbar Cremonese dikabarkan siap menutup bursa transfer musim ini dengan kejutan. Striker legendaris Inggris, Jamie Vardy, berpeluang besar menjadi rekan setim Emil Audero.

Usaha tim promosi Liga Italia ini untuk mendatangkan bomber veteran Inggris itu telah berembus sejak beberapa pekan lalu.

Web Hosting

Media Italia menyebut Cremonese ingin mewujudkan ide “gila” merekrut Jamie Vardy, legenda Leicester City yang akan berusia 39 tahun pada Januari mendatang.

I Grigiorossi mengincar peluang mendatangkan Vardy dengan status bebas transfer, setelah ia berpisah dengan The Foxes akhir musim lalu.

Meski tak terikat kontrak, peraih trofi juara Liga Inggris dan Pemain Terbaik Liga Inggris 2015-2016 itu tetap diminati.

Banyak klub MLS maupun Arab Saudi memberikan tawaran menggiurkan. Namun, Vardy dikabarkan masih mencari tantangan baru.

Alih-alih hijrah ke luar Eropa dengan bayaran tinggi, raja gol Liga Inggris 2019-2020 itu memilih untuk tetap merasakan atmosfer kompetisi top.

Cremonese menjadi pilihan yang cocok dengan profil yang dicari Vardy. Ia ingin mencoba sensasi tampil di kompetisi baru, namun tetap berada di bawah sorotan.

Di sisi klub, kehadiran pemain sekaliber Vardy diyakini dapat menyuntikkan mental juara serta meningkatkan antusiasme penggemar di Cremona.

Direktur Olahraga Cremonese, Simone Giachetta, mengungkapkan, “Kami berusaha untuk merekrut Vardy, peluangnya semakin besar dan kami akan sangat senang jika bisa menambahkan pemain sekelas ini ke skuad kami.”

“Hal itu akan membuat kami bangga. Ini adalah situasi klasik yang awalnya hanya bercandaan, tapi kemudian menjadi kenyataan.”

“Ide awalnya adalah mendatangkan pemain Italia atau pemain asing yang sudah pernah bermain di Italia.”

“Namun, di sini, pada titik tertentu, kondisi yang tepat tidak tercipta, jadi kami juga mencari pemain di luar negeri,” lanjutnya seperti dikutip dari Tuttomercatoweb.

Keputusan Cremonese mendatangkan Vardy menuai pro dan kontra. Dari sisi teknis, kemampuannya dinilai masih sangat berguna.

Banyak contoh pemain senior dari liga lain yang sukses di usia tua bersama klub Italia, karena karakter Serie A yang lebih mengutamakan taktik daripada fisik.

Namun, kedatangan Vardy juga dikritik. Menaruh harapan pada pemain yang sudah tidak muda lagi dikhawatirkan dapat mengganggu proses regenerasi dan keberlanjutan klub serta liga secara keseluruhan.

“Ini bukan sekadar bursa transfer, tetapi sebuah peluang yang akan memiliki dampak besar tidak hanya di lapangan, juga pada citra Kota Cremona,” tulis laman Visitcremona.org.

“Hal ini akan menjadi langkah strategis yang mampu menarik perhatian media di seluruh Eropa.”

“Tiba-tiba, Stadion Giovanni Zini akan menjadi panggung internasional, dan jalan-jalan Cremona akan dipenuhi turis sepak bola yang tertarik oleh pesona juara Premier League.”

“Namun, kondisi fisik dan konsistensinya mulai menjadi pertanyaan.”

“Selain itu, transfer ini, bahkan jika dilakukan secara gratis, akan menimbulkan biaya tinggi dalam hal gaji dan bonus, yang dapat membebani anggaran klub yang memperhatikan stabilitas keuangan,” lanjutnya.

Transfer Jamie Vardy ke Cremonese diperkirakan akan segera terwujud.

Emil Audero berpotensi mendapatkan dukungan kekuatan mumpuni di lini depan.

Pakar transfer Fabrizio Romano telah memberikan label ‘here we go’ untuk kepindahan striker yang mencetak 7 gol dalam 26 pertandingan bagi timnas Inggris itu.

Vardy dijadwalkan tiba di Italia pada Minggu (31/8/2025) malam waktu setempat untuk menyelesaikan semua proses transfer.

“Kesepakatan telah tercapai dengan klub Italia tersebut hingga Juni 2026, plus opsi perpanjangan satu musim jika tetap bertahan di Serie A.”

“Deal telah diselesaikan, dan Vardy dijadwalkan berangkat ke Milano untuk memulai babak baru. Legenda #LCFC akan bermain di Italia,” cuit Romano.

Sepanjang kariernya di Leicester City (2012-2025), Vardy mencatatkan rekor 200 gol dalam 500 penampilan di semua kompetisi.

Saat menjuarai Liga Inggris 2015-2016 di bawah asuhan Claudio Ranieri, ia mencetak rekor tertinggi dalam semusim dengan 24 gol dari 36 pertandingan.

Web Hosting