www.domainesia.com
Web Hosting
www.domainesia.com

Ten Hag Tertekan, Manchester United Kurang Mendukung?

Bayer Leverkusen – Keputusan mengejutkan diambil Bayer Leverkusen dengan memecat Erik ten Hag pada 1 September 2025, hanya beberapa pekan setelah menunjuknya sebagai pelatih kepala. Pemecatan ini terjadi setelah Ten Hag menjalani tiga pertandingan, yaitu satu laga DFB Pokal dan dua laga Bundesliga.

Manajer asal Belanda berusia 55 tahun itu sebelumnya diharapkan dapat membangkitkan performa tim setelah menggantikan Xabi Alonso, yang sukses membawa Leverkusen meraih *treble* dua musim sebelumnya. Ten Hag sendiri baru bergabung pada 1 Juli 2025, dengan harapan bisa memperbaiki reputasinya usai dianggap gagal di Manchester United musim lalu.

Web Hosting

Namun, dengan catatan satu kemenangan, satu seri, dan satu kekalahan, manajemen klub memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Ten Hag. Keputusan ini menuai kritik karena dianggap terlalu terburu-buru.

“Keputusan manajemen Bayer Leverkusen untuk membuat saya cuti datang sebagai kejutan besar,” ujar Ten Hag dalam pernyataan resminya yang dikutip jurnalis transfer Fabrizio Romano pada 3 September.

“Berpisah dengan pelatih kepala setelah hanya dua pertandingan liga adalah sesuatu yang benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya,” lanjutnya.

Ten Hag menambahkan bahwa membangun tim baru membutuhkan waktu dan kepercayaan, apalagi setelah banyak pemain kunci yang menjadi bagian dari kesuksesan masa lalu meninggalkan skuat.

Manajemen Leverkusen dianggap kurang memberikan waktu bagi Ten Hag untuk menerapkan visinya, menetapkan standar, membentuk skuad, dan meninggalkan tanda pada gaya bermain tim.

Dalam tiga laga terakhir, Leverkusen sebenarnya unggul dalam penguasaan bola. Namun, mereka dinilai kurang efektif dalam menyerang dan masih goyah dalam bertahan. Hal ini dianggap sebagai ciri khas tim yang masih dalam tahap transisi.

Manajemen klub juga dinilai turut bertanggung jawab atas kondisi skuad yang kehilangan banyak pemain inti. Pemain-pemain kunci seperti Florian Wirtz, Jeremie Frimpong, Amine Adli, Granit Xhaka, dan lainnya, telah pindah ke klub lain.

Ten Hag hanya berhasil mendatangkan beberapa pemain baru seperti Mark Flekken, Malik Tillman, dan Jarell Quansah. Dengan kondisi tim yang banyak berubah, muncul pertanyaan apakah adil untuk menilai kegagalan Ten Hag hanya dalam waktu dua bulan.

Masa depan Ten Hag kini menjadi tanda tanya. Reputasinya sebagai manajer yang gagal di klub besar, meskipun dengan alasan yang bisa diperdebatkan, akan semakin sulit dipulihkan. Kembali ke Eredivisie atau menerima tantangan di klub top Eropa lainnya bisa menjadi opsi baginya.

Web Hosting