www.domainesia.com
Web Hosting
www.domainesia.com

Shin Tae-yong: Malaysia Tertinggal dari Indonesia!

Padang – Di tengah isu skandal naturalisasi yang melanda sepak bola Malaysia, nama Shin Tae-yong mencuat sebagai kandidat pelatih baru Harimau Malaya. Pelatih asal Korea Selatan itu bahkan berani membandingkan kualitas sepak bola Malaysia dengan Indonesia.

Menurut Shin Tae-yong, sepak bola Indonesia lebih sistematis dibandingkan Malaysia, mulai dari timnas kelompok umur hingga senior.

Web Hosting

Kabar ini muncul seiring potensi penangguhan dewan penasihat tim nasional Malaysia, menyusul bukti-bukti baru dari FIFA yang mendesak FAM. Jika dewan penasihat dibekukan, posisi pelatih saat ini, Peter Cklamovski, menjadi tidak pasti.

Media Malaysia, Harian Metro, menulis bahwa Shin Tae-yong tidak akan menolak tawaran resmi untuk melatih rival Timnas Indonesia tersebut.

“Mantan pelatih Timnas Korea itu tidak menolak kemungkinan pergi ke Malaysia untuk memimpin Harimau Malaya jika mendapat tawaran resmi,” tulis mereka.

Shin Tae-yong sendiri mengaku masih belum memahami kekuatan sepak bola Malaysia saat ini. Namun, ia berani memberikan penilaian terhadap perbedaan sepak bola kedua negara.

“Saya belum pernah punya pengalaman bekerja di Malaysia, jadi saya tidak berani berkomentar lebih mendalam tentang tim nasional negara ini,” ujarnya.

“Namun, kesan pertama saya, jika kita membandingkan sepak bola Malaysia dan Indonesia, sepak bola Indonesia lebih sistematis,” lanjutnya.

“Dari level muda, khususnya level U-17 hingga tim nasional senior, sepak bola Indonesia berkembang lebih sistematis dibandingkan Malaysia,” kata Shin Tae-yong.

Sebelumnya, Malaysia pernah dilatih oleh pelatih asal Korea Selatan, Kim Pan-gon, yang kemudian mengundurkan diri. Sempat juga ditangani pelatih asal Spanyol, Pau Marti, sebelum akhirnya menunjuk Peter Cklamovski.

Di bawah Cklamovski, Malaysia mencatatkan rekor tak terkalahkan sepanjang tahun 2025. Namun, prestasi ini tercoreng oleh skandal naturalisasi yang diungkap FIFA, yang membuktikan adanya pemalsuan dokumen terhadap tujuh pemain naturalisasi.

Web Hosting