Daejeon – Rekor memilukan diukir oleh Daejeon JungKwanJang Red Sparks di Liga Voli Korea 2025-2026 setelah kembali menelan kekalahan.
Red Sparks kalah dari GS Caltex Seoul KIXX dalam lanjutan fase reguler putaran kedua Liga Voli Korea 2025-2026, Jumat (28/11/2025).
Dalam laga yang digelar di Seoul Janchung Gymnasium, Korea Selatan, tim asuhan Ko Hee-jin menyerah tiga set langsung dengan skor 0-3 (22-25, 22-25, 23-25).
Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Red Sparks yang selalu kalah dalam laga tandang mereka musim ini.
Meskipun belum mengunjungi semua markas tim, catatan ini menjadi perhatian serius bagi Park Hye-min dkk. Hwaseong IBK Altos dan Gwangju AI Pepper Savings Bank adalah dua tim yang belum dihadapi Red Sparks di kandang mereka.
Performa Red Sparks musim ini memang jauh dari harapan, dengan hanya empat kemenangan dari 11 pertandingan.
Perbedaan signifikan terlihat dibandingkan musim sebelumnya, saat tim ini masih diperkuat oleh Megawati Hangestri Pertiwi.
Pemain asal Jember, Jawa Timur, itu memberikan dampak positif bagi Red Sparks dalam dua musim terakhirnya, sejak 2023-2024 hingga 2024-2025.
Megawati Dianggap Pemain Penting, Pelatih Ko Hee-jin Prihatin dengan Krisis Tim
Pada musim terakhirnya, Megawati berhasil membawa tim Daejeon melaju ke babak final playoff, sebelum akhirnya dikalahkan oleh Incheon Heungkuk Life Pink Spiders.
Media Korea, MyDaily.co.kr, mengulas kekuatan Red Sparks sebelum pertandingan melawan GS Caltex, menyoroti penurunan performa tim musim ini.
Kepergian Megawati dinilai sebagai kehilangan terbesar, karena ia dianggap sebagai pemain yang paling berkontribusi bersama Vanja Bukilic dari Serbia.
“Dari duo asing, musim lalu Red Sparks terbantu dengan “Indonesian Express” Megawati Hangestri Pertiwi dan “Serbian Volleyball Genius” Vanja Bukilic,” tulis MyDaily.
Pelatih Ko Hee-jin mengakui bahwa timnya saat ini didominasi oleh pemain yang belum berpengalaman.
Setelah kepergian Megawati dan pemain kunci seperti Pyo Seung-ju yang pensiun, Ko membutuhkan waktu lebih lama untuk mengembangkan pemain muda yang ada.
“Pemain yang belum banyak bermain akan merasa lawan sedang membaca permainan mereka, pemain butuh waktu untuk berkembang, Anda harus sabar,” kata Ko.
“Pemain muda tidak boleh berkecil hati atau terintimidasi, mereka harus menganggapnya sebagai sumber pertumbuhan.”
“Anda harus ada di sana untuk membantu mereka mengatasinya,” imbuhnya, dilansir dari Naver.com.
Terkait catatan buruk di laga tandang, Ko menyadari timnya tidak cukup kuat, bahkan untuk meraih kemenangan di kandang sendiri.
“Baik di kandang maupun tandang, kekuatan kami tidak terlalu kuat, pertandingan yang kami menangkan adalah ketika semua pemain bermain bagus,” ucap Ko.
“Beberapa pemain kurang berpengalaman, jadi memasuki set kedua, mereka merasa sedikit kewalahan.”
“Mereka belum bermain penuh, selain itu, dengan begitu banyak kekalahan, mereka terkadang merasa kewalahan ketika keadaan tidak berjalan baik.”
“Sebagai pelatih, saya ingin mereka cepat bangkit, tetapi kami harus menunggu, saya akan fokus mengatasi tantangan ini secara langsung.”
“Alih-alih berfokus pada kemenangan, saya akan fokus membantu para pemain mendapatkan kembali keunggulan kompetitif mereka,” imbuhnya.
