Jakarta – Mauricio Souza resmi berpisah dengan Persija Jakarta setelah manajemen memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya. Keputusan ini diambil karena pelatih asal Brasil tersebut dianggap gagal memenuhi target utama klub, yakni menjuarai Super League 2025/2026.
Persija Jakarta menutup musim dengan finis di peringkat ketiga klasemen akhir. Skuad Macan Kemayoran mengumpulkan 71 poin, selisih delapan angka dari Persib Bandung yang keluar sebagai kampiun.
Meski gagal meraih gelar juara, Souza mengaku bangga dengan perjalanan yang telah ia bangun selama satu musim. Melalui akun Instagram pribadinya pada Kamis (28/5/2026), ia menyebut musim ini sebagai pengalaman yang istimewa.
“Berakhir sudah satu musim yang sangat spesial di sepak bola Indonesia. Saya bangga dengan perjalanan yang kami bangun bersama Persija Jakarta, menutup liga di posisi ketiga dan menjaga tradisi besar klub ini,” tulis Souza.
Mantan pelatih Madura United ini menuturkan bahwa sepak bola bukan sekadar soal hasil akhir. Baginya, intensitas dan tantangan yang ia hadapi selama satu musim di Persija menjadi pengalaman berharga dalam karier kepelatihannya.
Souza juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen klub, mulai dari pemain, staf pelatih, hingga para suporter yang telah memberikan dukungan sepanjang musim 2025/2026.
Secara statistik, kinerja Souza sebenarnya terbilang impresif. Raihan 71 poin yang dicatatkan Persija musim ini merupakan perolehan tertinggi klub sepanjang era Liga 1 sejak 2017.
Terkait sosok pengganti, Direktur Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, menyatakan bahwa manajemen telah melakukan komunikasi dengan sejumlah kandidat pelatih baru. Pihaknya berjanji akan segera menentukan sosok yang tepat untuk membawa Persija meraih gelar juara pada musim 2026/2027.
“Sebagai penggantinya, kami sudah menjalin komunikasi dengan kandidat pelatih baru. Dalam waktu dekat, kami akan menentukan sosok yang paling tepat untuk membawa Persija meraih juara pada musim 2026/2027,” ujar Prapanca.
