Bandung – Persib Bandung mengamankan keuntungan finansial besar setelah memastikan lolos ke babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026. Total pemasukan yang diraih tim berjuluk Maung Bandung tersebut diperkirakan mencapai 730.000 dolar AS, setara dengan sekitar 12,1 miliar rupiah.
Kepastian ini didapatkan Persib usai menundukkan Bangkok United 1-0 pada laga terakhir Grup G di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Rabu (10/12/2025). Hasil tersebut tidak hanya membawa Persib melaju ke fase gugur, tetapi juga mengalirkan dana segar ke kas klub.
Keikutsertaan di fase grup ACL 2 sendiri sudah memberikan pemasukan awal sebesar 300.000 dolar AS atau sekitar 5 miliar rupiah. Selain itu, setiap kemenangan di fase grup diganjar bonus 50.000 dolar AS (sekitar Rp833 juta) dari AFC.
Sepanjang babak grup, Persib mencatat empat kemenangan, sehingga menambah uang hadiah sebesar 200.000 dolar AS atau sekitar 3,3 miliar rupiah. AFC juga memberikan subsidi perjalanan untuk setiap pertandingan tandang, yakni 50.000 dolar AS per laga. Dengan tiga laga tandang yang dijalani, total subsidi perjalanan yang diterima Persib mencapai 150.000 dolar AS atau sekitar 2,5 miliar rupiah.
Pemasukan Persib semakin bertambah setelah keberhasilan mereka melaju ke babak 16 besar ACL 2 2025-2026. Untuk pencapaian ini, Persib menerima hadiah khusus sebesar 80.000 dolar AS atau sekitar 1,3 miliar rupiah.
Jika semua komponen dijumlahkan, total pendapatan Persib dari AFC mencapai angka fantastis 12,1 miliar rupiah. Angka ini bahkan melampaui hadiah yang diterima Persib saat menjuarai Liga 1 2024-2025 yang kala itu sebesar 7,5 miliar rupiah.
Pendapatan dari ACL 2 2025-2026 juga diprediksi melebihi potensi hadiah bagi juara Super League musim 2025-2026. ILeague sebagai operator liga sebelumnya menyebutkan adanya peningkatan hadiah juara sebesar 40 persen dibanding musim sebelumnya.
“Untuk hadiah BRI Super League, naik menjadi 40 persen,” ujar Direktur Utama ILeague, Ferry Paulus, di SCTV Tower, Jakarta Pusat, pada 3 Agustus 2025. Jika mengacu pada peningkatan tersebut, juara Super League diperkirakan akan menerima sekitar 10,5 miliar rupiah. Selain hadiah juara, uang partisipasi untuk klub juga mengalami peningkatan, dengan kontribusi tetap naik 70 persen dan variabel naik 100 persen.







