www.domainesia.com
Web Hosting
www.domainesia.com

Pelatih Bali United Kritik Belanja Pemain, Geram Ucapan Diplintir

Gianyar – Pelatih Bali United, Johnny Jansen, mengklarifikasi pernyataannya terkait sistem perekrutan pemain di Indonesia yang sebelumnya menjadi perdebatan. Ia merasa kesal karena terjemahan wawancaranya dianggap tidak sesuai dengan maksud yang ingin disampaikannya.

Pernyataan Jansen sebelumnya menuai sorotan setelah ia melakukan wawancara dengan media Belanda. Dalam wawancara tersebut, mantan pelatih PEC Zwolle ini menyoroti klub-klub Indonesia yang dinilai tidak memiliki pencari bakat untuk memantau pemain.

Web Hosting

Ia menyebut, pemilik klub cenderung mengandalkan masukan agen dan terkadang pemain yang direkrut tidak sesuai dengan kebutuhan tim. Bahkan, ia mencontohkan pemilik klub mendapatkan video pemain dari YouTube beserta detail Transfermarkt.

Setelah pertandingan Bali United melawan Arema FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (4/1/2026), Jansen memberikan klarifikasi terkait situasi yang menimbulkan kegaduhan tersebut.

Menurutnya, sejak awal pembicaraannya tidak dimaksudkan untuk menyalahkan siapa pun atau menyebut sistem yang ada berjalan buruk. Ia menegaskan kemarahannya bukan ditujukan kepada pihak tertentu, melainkan pada terjemahan wawancara yang dianggap memelintir maksud ucapannya.

Jansen menjelaskan bahwa ia hanya ingin menyoroti perlunya pengembangan klub yang lebih profesional, termasuk melalui akademi, pemain muda, dan sistem *scouting* yang terstruktur.

“Karena menurut saya, apa yang saya lihat dari cara orang-orang menerjemahkannya itu benar-benar bodoh. Iya. Dan saya pikir, kalau memang mau menerjemahkan, hubungi saja saya,” ujar Johnny Jansen seusai laga Bali United melawan Arema FC.

“Saya akan menjelaskan semuanya, apa yang sebenarnya tertulis dan dimaksud dalam wawancara itu. Karena saya melihat beberapa kata dan saya berpikir, ‘Apa? Ini apa maksudnya?’ Tapi saya tidak pernah mengatakan hal seperti itu. Itu bukan kata-kata saya. Jadi itu yang pertama ingin saya sampaikan,” tegasnya.

Pelatih asal Belanda itu menekankan bahwa selama kariernya, ia selalu menghormati direktur teknik dan pemilik klub. Ia merasa tidak pernah bermaksud menyebut sistem yang berjalan saat ini buruk.

Jansen merasa perlu menekankan bahwa tim harus terus berkembang secara bertahap dan lebih profesional, baik di level tim utama maupun melalui akademi dan pemain muda.

“Karena di semua tim yang pernah saya latih, saya selalu punya rasa hormat kepada direktur teknik dan kepada para pemilik klub. Kami berbicara tentang bagaimana mengembangkan klub,” kata Johnny Jansen.

“Itu yang terus saya bicarakan sepanjang waktu, mengembangkan klub. Bagaimana kami bisa menjadi lebih baik, lebih baik, dan lebih baik lagi. Dan itu bukan hanya soal apa yang terjadi di lapangan, tetapi juga tentang akademi kami, tentang para pemain muda,” ucapnya.

Sebelumnya, dalam pernyataan kepada media Belanda, Jansen mencontohkan situasi ketika klub mencari striker, tetapi justru ditawari pemain sayap kiri setinggi 1,65 meter oleh pemilik klub. Ucapan inilah yang kemudian ramai dibicarakan dan memunculkan beragam tafsir.

Terkait hal ini, ia meluruskan bahwa terkait pencarian pemain, ia melakukan diskusi dengan semua pihak agar bisa membuat klub lebih baik.

“Hal lain adalah soal pencarian pemain atau *scouting*. Penting bagi kami untuk saling berdiskusi tentang bagaimana kami akan mengembangkan dan membuat klub ini menjadi lebih baik. Itu yang paling penting,” jelas Johnny Jansen.

“Itulah yang kami lakukan. Itulah yang kami bicarakan. Dari situ kami bisa belajar. Kami bisa melakukannya dengan lebih baik,” ungkapnya.

“Tapi saya tidak pernah mengatakan bahwa kami melakukannya dengan buruk. Kami bisa melakukannya dengan lebih baik. Dan itulah yang kami inginkan.”

Menurutnya, itulah yang selalu ia bicarakan dengan CEO Bali United Yabes Tanuri, bahkan dengan para staf juga. Ia menegaskan bahwa yang terjadi hanya terjemahan yang dipelintir, karena sebagai pelatih ia selalu mengusahakan agar lebih baik.

“Itu juga yang ingin saya bicarakan dengan Pak Yabes. Juga dengan staf pelatih saya, dengan Michael yang saat ini tidak berada di sini. Kami berdiskusi dan mencoba membuat semuanya lebih baik,” tutur Jansen.

“Bagaimana kami bisa membuatnya lebih profesional. Apakah Anda mengerti? Itu tujuan saya. Itulah yang kami inginkan. Dan saya tidak mengatakan ini berangkat dari sesuatu yang buruk. Tidak. Kami ingin berkembang. Itu tujuan saya,” pungkasnya.

Web Hosting