Napoli – Bursa pelatih Serie A menyambut musim 2026/2027 mulai memanas seiring langkah strategis yang diambil dua raksasa Italia, Napoli dan AC Milan. Kedua klub tersebut kini menempuh jalur berbeda dalam menentukan sosok nahkoda baru untuk musim depan.
Napoli dikabarkan selangkah lagi menunjuk Massimiliano Allegri sebagai pengganti Antonio Conte. Langkah ini diprediksi akan mengulang sejarah sukses Juventus pada tahun 2014, di mana Allegri ditunjuk menggantikan Conte dan sukses mendominasi liga dengan lima gelar beruntun.
Saat ini, Napoli dilaporkan telah mencapai kesepakatan verbal untuk kontrak berdurasi dua tahun. Keputusan ini diambil manajemen klub untuk menjaga fondasi kuat yang telah dibangun Conte, yang sukses membawa Napoli meraih juara pada musim 2024/2025 serta finis sebagai runner-up di musim terakhirnya.
Di sisi lain, AC Milan justru memilih jalur revolusi dengan melakukan restrukturisasi besar-besaran. Rossoneri kini tengah mendekati pelatih senior asal Jerman, Ralf Rangnick, untuk mengisi posisi Direktur Teknik setelah pertemuan strategis di Wina bersama pemilik klub, Gerry Cardinale, dan penasihat senior, Zlatan Ibrahimovic.
Rangnick, yang saat ini masih memimpin tim nasional Austria, diproyeksikan akan memegang kendali penuh atas proyek baru Milan, termasuk penunjukan pelatih kepala dan pengembangan struktur scouting, setelah gelaran Piala Dunia 2026 berakhir.
Untuk posisi pelatih kepala, Rangnick disebut-sebut membidik kompatriotnya, Matthias Jaissle, sebagai kandidat utama. Jaissle dianggap sebagai sosok pelatih muda berbakat yang sukses meraih double winner domestik bersama RB Salzburg serta mencatatkan prestasi gemilang dengan menjuarai Liga Champions Asia dua kali beruntun bersama Al-Ahli.
Meski demikian, AC Milan masih membuka opsi lain. Nama-nama besar seperti Mauricio Pochettino, Oliver Glasner yang sukses membawa Crystal Palace menjuarai Liga Konferensi Eropa, hingga Andoni Iraola, turut masuk dalam daftar pantauan klub.
Perbedaan arah kebijakan ini membuat peta persaingan Serie A musim depan sangat dinantikan. Napoli memilih untuk mengandalkan pengalaman Allegri demi mempertahankan mental juara, sementara AC Milan berani mengambil risiko demi memulai era baru dengan pendekatan sepak bola modern ala Jerman.
