
Arena Sumbar Marc Marquez dipandang memiliki kemampuan yang bisa membuat rekan setimnya di Ducati, Francesco Bagnaia di ambang kerugian yang besar pada MotoGP 2026 mendatang.
Musim sempurna dijalani Marc Marquez pada MotoGP 2025 di mana dia mampu tampil dominan usai menjadi pilar penting dan rekrutan teranyar tim pabrikan Ducati.
Tak tanggung-tanggung, Si Alien menorehkan total 15 podium dengan 11 kemenangan Grand Prix untuk membawanya meraih gelar juara dunia ketujuhnya.
Gelar juara dunia pada musim ini dikunci Marquez dalam tempo yang relatif cepat saat tampil pada seri GP Jepang di Sirkuit Motegi atau tatkala kompetisi masih menyisakan lima seri.
Torehan poinnya sudah tidak bisa terkejar meski di seri berikutnya di Sirkuit Mandalika, Indonesia, sosok yang identik dengan nomor 93 itu mengalami momen nahas.
Ya, Marquez mengalami kecelakaan yang menghadirkan cedera dan membuatnya harus menutup musim kompetisi lebih cepat guna menjalani masa pemulihan.
Kendati demikian, takdir menjadi raja pada musim 2025 tak bisa lepas dari genggaman Marquez meski banyak pihak yang mencoba menggoyang poin klasemen.
Sepak terjang Marquez musim ini turut mengundang perhatian dari teknis berpengalaman MotoGP yang kini menjadi pengamat yaitu Alberto Vergani.
Di mataVergani, pasukan Borgo Panigale dan Marquez akan memiliki hubungan kerja sama yang cukup panjang walau kelas utama MotoGP akan mengalami perubahan regulasi pada 2027.
Dominasi Marc Marquez Bisa Goyah saat Diggia Mulai Paham Luar Dalam Motor Ducati
Walau nantinya akan ada tawaran dengan nilai fantastis, rider berusia 32 tahun itu diyakini takkan hengkang dari Ducati mengingat tim ini memiliki motor terbaik di grid.
“Secara pribadi, saya tidak yakin Marquez mencari tawaran yang fantastis, karena dia bukan tipe orang yang tergila-gila dengan uang,” ucap Vergani.
“Dan saya belum pernah melihatnya sebahagia tahun ini, oleh karena itu, saya pikir dia bisa tetap di Ducati, dan itu tidak akan mengejutkan saya.”
“Dalam hal itu, akan menjadi kekecewaan bagi semua orang, karena saat ini Ducati adalah pemilik motor yang paling didambakan,” imbuhnya, dilansir dari laman Motosan.
Lebih lanjut, Vergani menilai kerja sama antara Marquez dan Ducati ini merupakan kerja sama yang paling ideal mengingat sumber daya yang mereka miliki masing-masing.
“Saya rasa ini adalah kerja sama yang didasarkan pada kepentingan bersama, karena tidak satu pun dari mereka ingin mengakhirinya,” kata Vergani menjelaskan.
“Saya tidak melihat skenario lain, Ducati memiliki daftar tunggu yang panjang jika mereka memutuskan untuk berpisah dengan Marquez.”
“Mereka dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan dengan para pembalap di grid, karena semua orang menginginkan Ducati,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Vergani juga menyinggung eksistensi Bagnaia di Ducati yang terancam karena Marquez mampu mencuri hati setiap orang di Ducati.
“Saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada Bagnaia di masa depan, dia jelas bukan lagi raja (di tim ini),” kata Vergani.
“Masalahnya adalah Marquez membuat semua orang jatuh cinta padanya, selain itu, dia sangat kuat dan seorang juara sejati.”
“Menurut saya, Bagnaia tidak pernah benar-benar menghilang musim ini.”
“Saya yakin Bagnaia bisa memulai lagi kariernya di Aprilia dengan VR46 jika Valentino meninggalkan Ducati,” imbuhnya.
Bukan Marc Marquez, Ini Sosok Pahlawan Tersembunyi di Balik Dominasi Ducati







