Manchester United Kembali Gigit Jari, Galatasaray Amankan Lammens

Manchester – Manchester United kembali menghadapi masalah di bursa transfer setelah target utama mereka, kiper Senne Lammens, justru lebih dekat bergabung dengan Galatasaray. Kegagalan ini menambah daftar panjang masalah yang dihadapi klub berjuluk Setan Merah tersebut.

MU Kehilangan Target Utama Kiper

Manchester United sebelumnya menjadikan Lammens sebagai target utama untuk memperkuat posisi penjaga gawang. Klub bahkan telah membuka negosiasi dengan Royal Antwerp terkait transfer senilai 17 juta Poundsterling atau sekitar Rp 351 miliar.

Namun, laporan dari jurnalis transfer asal Turki, Yagiz Sabuncuoglu, menyebutkan Galatasaray datang dengan tawaran lebih besar dan bergerak cepat untuk menutup kesepakatan. Delegasi klub asal Istanbul itu bahkan sudah terbang ke Belgia untuk mempercepat proses transfer.

Galatasaray Beri Jaminan Kiper Nomor Satu

Jika transfer ini rampung, Lammens diyakini akan langsung menjadi kiper nomor satu Galatasaray. Jaminan ini yang tidak bisa didapatkan Lammens di Old Trafford.

Kondisi ini membuat Manchester United berada di posisi sulit dan terancam kehilangan salah satu talenta muda terbaik Eropa di bawah mistar gawang. Padahal, sebelumnya Lammens sudah hampir mencapai kesepakatan personal dengan United.

Performa Onana Jadi Sorotan

United sejatinya ingin mendatangkan Lammens sebagai pesaing Andre Onana. Sayangnya, performa Onana justru makin memperburuk kondisi klub. Dalam laga kontra Grimsby Town, kiper asal Kamerun itu dianggap bersalah atas dua gol yang bersarang ke gawangnya.

Altay Bayindir, yang sejauh ini diturunkan sebagai kiper utama di Premier League, juga belum mampu memberikan rasa aman. Statusnya di tim utama masih goyah, membuat sektor penjaga gawang United menjadi masalah besar yang belum terselesaikan.

Opsi Darurat Tom Heaton

Di tengah krisis ini, nama Tom Heaton bahkan mencuat sebagai opsi darurat. Meski sudah berusia 39 tahun dan terakhir kali tampil di Premier League bersama Aston Villa pada musim 2019/2020, Heaton dianggap oleh sebagian pihak sebagai kiper paling bisa diandalkan saat ini.

Laga melawan Burnley sendiri kini dianggap sebagai pertandingan hidup-mati. Tekanan terhadap Ruben Amorim sudah memuncak setelah serangkaian hasil mengecewakan, ditambah situasi transfer yang kembali menunjukkan kelemahan manajemen United.

Exit mobile version