Bangkok – Indonesia berhasil menambah delapan medali emas pada Minggu (14/12/2025) di ajang SEA Games 2025. Raihan ini membawa kontingen Merah Putih menempati posisi kedua dalam klasemen sementara, tepat di bawah Thailand sebagai tuan rumah.
Medali-medali prestisius tersebut didapatkan dari sejumlah cabang olahraga unggulan, meliputi wushu, pencak silat, bulu tangkis, karate, menembak, jetski, dan balap sepeda.
Pembuka keran emas Indonesia datang dari atlet wushu andalan, Edgar Xavier Marvelo. Ia sukses meraih medali emas pada nomor taulo yang menggabungkan teknik chang quan, daoshu, dan gunshu.
Ini merupakan medali emas keempat bagi Edgar sejak debutnya di SEA Games 2019 Filipina. Pencapaian ini disambut Edgar dengan penuh emosi, mengingat ia memutuskan untuk pensiun dari ajang multicabang tersebut.
“Mungkin ini medali terakhir saya untuk Indonesia di SEA Games,” ungkap Edgar. “Ke depan saya masih ingin berkontribusi untuk Indonesia, tapi mungkin di bidang lain. Prioritas saya sekarang adalah keluarga.”
Sementara itu, tim menembak beregu putra Indonesia turut menyumbangkan emas melalui performa apik Wira Sukmana, Muhamad Iqbal Raia Prabowo, dan Sultanul Aulia Ma’aruf. Cabang menembak memang menjadi salah satu andalan, dengan total raihan 3 emas, 1 perak, dan 1 perunggu dari nomor air rifle serta shotgun.
Kesuksesan di SEA Games ini menjadi modal penting untuk menatap panggung yang lebih besar, yakni Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
“Yang jelas persiapan ke depan masih ada event yaitu Asian Games,” kata Wira Sukmana. “Setelah kita pulang dari SEA Games ini kita pastikan kita akan latihan lebih maksimal lagi dari persiapan yang sebelumnya. Karena event-nya dari SEA Games ke Asian Games itu lebih besar dan juga termasuk multi event.”
Dominasi bulu tangkis Indonesia juga tak terbantahkan, dengan tambahan dua medali emas yang sekaligus memastikan gelar juara umum di cabor tersebut. Capaian ini mengulang kesuksesan serupa dua tahun lalu di Kamboja.
Dua emas tersebut dipersembahkan oleh tunggal putra Alwi Farhan dan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi dari nomor perorangan.
“Alhamdulillah gelar ini saya tidak pernah sangka akan datang dengan apa yang sudah saya lalui selama sepanjang tahun ini,” ujar Alwi Farhan. “Saya masih mau survive, saya masih mau belajar dan apapun caranya saya bisa bertahan sampai detik ini. Ini karena berkat rezeki yang Allah kasih dan dukungan dari orang tua, dari pelatih, dan juga psikolog saya yang selalu menemani saya setiap hari.”
Secara keseluruhan, tim bulu tangkis Indonesia berhasil mengumpulkan tiga medali emas, tiga medali perak, dan empat medali perunggu.






