Jakarta – Pebalap penguji Honda Racing Corporation (HRC) di MotoGP, Aleix Espargaro, mengungkapkan perbedaan signifikan dalam metode kerja antara insinyur Jepang dan Eropa.
Espargaro, yang resmi menjadi pebalap uji Honda untuk musim 2025 setelah pensiun balap pada akhir 2024, menyoroti kompleksitas struktur internal Honda dibandingkan dengan pengalamannya di Aprilia.
Menurut Espargaro, pada awalnya ia kesulitan memahami cara kerja insinyur Jepang. Di Aprilia, komunikasi dan penyelesaian masalah berlangsung lebih cepat dan langsung.
“Di Honda, ini sedikit lebih rumit. Ada banyak orang, dan sangat sulit memahami insinyur mana yang bertanggung jawab atas apa,” ujarnya seperti dikutip dari Crash.
Kehadiran Romano Albesiano, yang memiliki pengalaman panjang bekerja dengan pabrikan Jepang, menjadi jembatan penting bagi Espargaro. Albesiano membantu mempercepat adaptasinya di lingkungan kerja Honda.
Seiring waktu, Honda mulai membuka diri terhadap pendekatan yang lebih efisien dan langsung dalam menerima umpan balik teknis.
“Sekarang, ketika saya membutuhkan sesuatu yang lebih cepat, saya bisa langsung menuju orang yang tepat, dan informasinya lebih langsung,” kata Espargaro.
Perubahan ini mulai membuahkan hasil. Sepanjang musim 2025, Honda menunjukkan peningkatan daya saing, berhasil meraih kemenangan pertama dalam dua tahun terakhir dan mencetak tiga podium di balapan Asia.







