Barcelona – Lamine Yamal, remaja 18 tahun yang digadang-gadang sebagai bintang masa depan Barcelona dan Spanyol, menuai kritik dari mantan direktur klub, Toni Freixa. Freixa mengingatkan Yamal untuk tidak terlena dengan pujian dan tetap fokus berlatih keras.
Freixa, seperti dilansir SPORT, menekankan pentingnya bagi Yamal untuk tidak merasa dirinya hebat. “Seandainya Lamine anak saya, saya akan bilang dia tidak sehebat yang mereka katakan. Teruslah berlatih keras dan jangan percaya apa pun yang kamu dengar. Fokus saja pada sepak bola,” ujarnya.
Freixa bahkan menyatakan, jika Yamal memiliki masalah serius yang tidak bisa diatasi, Barcelona harus mempertimbangkan opsi ekstrem, termasuk melepasnya. “Jika Lamine memiliki masalah yang perlu diatasi, kami harus membantunya. Secara hipotesis, jika masalahnya sudah mencapai titik di mana masalah ini tidak bisa lagi diatasi, tidak masalah, Barça akan terus berlanjut [tanpanya],” tambahnya.
Pernyataan ini kontras dengan keyakinan banyak pihak di Barcelona yang menganggap Yamal sebagai pemain vital dan eksplosif yang akan membawa klub kembali ke masa kejayaan.
Yamal sendiri baru saja mengalami malam yang sulit saat Barcelona dibantai Chelsea 0-3. Ia kewalahan menghadapi Marc Cucurella dan ditarik keluar pada menit ke-80.
Namun, pelatih Barcelona, Hansi Flick, bereaksi tenang. Ia meminta Yamal untuk melupakan kekalahan tersebut dan fokus pada pertandingan berikutnya.
“Langkah selanjutnya bagi Lamine adalah menunjukkan lagi bahwa ini bukan tentang pertandingan ini, lupakan saja. Alavés sekarang menjadi tim yang penting dan dia harus menunjukkan performa terbaiknya, level terbaiknya,” saran Flick.
Flick menyadari bahwa pemain muda seperti Yamal membutuhkan perlindungan dan dorongan di tengah tekanan yang besar. Ia berharap Yamal bisa bangkit dan membuktikan diri di lapangan.
