FIFA Libatkan 5 Negara, Usut Skandal Sepak Bola Malaysia?

Kuala Lumpur – Mantan Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM), Datuk Seri Ridzuan Sheikh Ahmad, memperingatkan bahwa kasus naturalisasi ilegal pemain sepak bola dapat merusak citra Malaysia di mata internasional. Kasus ini berpotensi menjadi bahan tertawaan di kalangan sepak bola dunia.

Ridzuan Sheikh Ahmad menyampaikan kekhawatiran ini menyusul pernyataan terbaru FIFA dalam dokumen sanksi resmi yang dikirimkan kepada FAM pada 18 November lalu. FIFA mengindikasikan adanya tindak pidana dalam proses naturalisasi ilegal terhadap tujuh pemain Timnas Malaysia dan meminta penyelidikan lebih lanjut.

FIFA bahkan telah berkoordinasi dengan lembaga penegak hukum di Brasil, Argentina, Belanda, Spanyol, dan Malaysia untuk mengungkap dalang di balik praktik ilegal ini.

“FIFA telah menekankan bahwa pemalsuan dokumen dianggap sebagai tindak pidana di lima negara yang disebutkan,” ujar Ridzuan Sheikh Ahmad, seperti dikutip dari Danviet.vn.

Ia menambahkan, jika negara-negara lain menemukan bukti pelanggaran, hal itu akan menjadi “penghinaan besar” bagi Malaysia.

Kepolisian Malaysia sendiri telah membuka kembali penyelidikan kasus pemalsuan dokumen pemain naturalisasi. Sekretaris Jenderal Aliansi Hak Asasi Manusia Malaysia (URIMAI), Satees Muniandy, yang menjadi saksi penting, juga telah dimintai keterangan dan dokumen tambahan.

Ridzuan Sheikh Ahmad menilai tindakan investigasi ini membuat para pejabat FAM kalang kabut. FAM masih berupaya mencari tahu siapa yang bertanggung jawab atas pemalsuan dokumen tersebut.

“Siapa pun bisa berbuat salah, dan FAM harus mengakui bahwa para pejabatnya berbuat salah,” tegas Ridzuan Sheikh Ahmad. Ia menyarankan FAM untuk menerima hukuman yang diberikan FIFA daripada bersikap keras kepala.

“Malaysia tidak bisa melawan FIFA, karena tangan mereka lebih besar. FIFA memiliki akses ke data di mana-mana,” imbuhnya. Menurutnya, jika FAM membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), Malaysia akan semakin malu dan menjadi bahan tertawaan di mata internasional.

Dalam dokumen FIFA yang dikirimkan ke FAM, nama dua agen, Frederico Moraes dan Nicolas Puppo, juga disebut. FIFA meminta polisi mengklarifikasi peran mereka dalam kasus naturalisasi ilegal ini.

Frederico Moraes adalah CEO Pro Manager Sports & Marketing Company dan perwakilan pemain-pemain Eropa yang bermain untuk tim nasional Brasil, Joao Pedro (Chelsea), dan Savinho (Man City). Ia juga mewakili Joao Figueiredo, penyerang naturalisasi Malaysia yang baru saja menerima sanksi dari FIFA. Sementara itu, Nicolas Puppo bekerja di Elite Sports Management dan mewakili banyak pemain dari Argentina, Venezuela, Kolombia, dan Cile.

Exit mobile version