FIFA Cabut Sanksi, Bintang Naturalisasi Malaysia Bebas Bermain

Padang – Bek tengah Deportivo Alaves, Facundo Garces, tetap mendapatkan dukungan dari klubnya di tengah sanksi FIFA terkait kasus naturalisasi di Timnas Malaysia.

FIFA sebelumnya menolak banding Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) terkait pemalsuan dokumen naturalisasi dan menjatuhkan sanksi denda serta penangguhan aktivitas sepak bola selama 12 bulan kepada tujuh pemain naturalisasi, termasuk Garces.

Presiden Alaves, Alfonso Fernandez de Troceniz, menegaskan kepercayaan klub pada pemain asal Argentina tersebut.

“Kami masih percaya pada Garces,” ujar Troceniz seperti dikutip dari Dantri.com.vn. “Klub belum membuat keputusan apa pun tentang masa depannya dan masih yakin dia tidak bersalah.”

Pernyataan ini menjadi langkah kuat Alaves untuk melindungi Garces, yang sempat dicoret dari daftar pemain di laman resmi klub.

Garces bergabung dengan Alaves pada Januari 2023 dan telah tampil 16 kali di Liga Spanyol. Pertandingan terakhirnya adalah saat melawan Getafe pada 25 September lalu.

Alaves menunjukkan pengecualian terhadap Garces, berbeda dengan pemain lain seperti Gabriel Palmero yang diputus kontraknya akibat sanksi. Dukungan ini mengindikasikan keyakinan bahwa Garces adalah korban dari kesalahan FAM.

Surat kabar Malaysia, Sinar Harian, melaporkan bahwa ketujuh pemain naturalisasi tersebut menjadi korban penipuan dokumen oleh FAM.

“Hukuman FIFA tidak hanya mengejutkan FAM, tetapi juga menempatkan ketujuh pemain naturalisasi tersebut dalam situasi yang sangat sulit,” tulis Sinar Harian.

Selain Garces, pemain lain yang terdampak adalah Imanol Machuca dari Velez Sarsfield. Keduanya terancam kehilangan ritme, kondisi fisik, dan nilai transfer akibat skorsing tersebut.

FAM sendiri bertekad membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Publik sepak bola berharap putusan CAS dapat memulihkan karier dan reputasi para pemain yang terdampak.

Exit mobile version