Padang – Jack Della Maddalena, petarung UFC asal Australia, lebih menjagokan Petr Yan ketimbang Islam Makhachev sebagai petarung UFC favoritnya dari Rusia.
Della Maddalena mengaku terkesan dengan gaya bertarung Yan yang berjuluk “No Mercy”. Ia menilai teknik striking Yan sangat luar biasa dan selalu menyajikan duel yang menarik.
“Sobat, saya menyukai sosok Petr Yan… Dia tipe petarung yang duelnya menarik untuk ditonton. Teknik striking-nya benar-benar sangat luar biasa. Petr Yan adalah monster yang mengerikan,” ujar Maddalena.
Keputusan Della Maddalena ini cukup menarik, mengingat Yan dan Makhachev pernah bertarung pada November 2025. Saat itu, Makhachev memenangkan pertarungan perebutan gelar juara kelas welter melalui keputusan angka mutlak.
Yan sendiri memang dikenal sebagai petarung yang mengandalkan teknik striking. Dari 25 pertarungan profesional, ia mencatatkan tujuh kemenangan KO.
Di sisi lain, Yan baru-baru ini membuat gebrakan besar di kelas bantam UFC dengan mengalahkan Merab Dvalishvili pada Desember lalu. Kemenangan ini menandai keberhasilannya kembali menguasai divisi tersebut.
Perjalanan karier Yan bisa dibilang naik turun. Pada tahun 2020, ia berhasil mengalahkan Jose Aldo untuk meraih gelar juara kelas bantam. Namun, setahun kemudian, ia mengalami kekalahan pahit usai didiskualifikasi saat melawan Aljamain Sterling karena melakukan tendangan lutut ilegal ke kepala Sterling yang sedang terduduk.







