Bandung – Status juara bertahan Liga 1 ternyata tak menjamin Persib Bandung bisa mulus mengarungi kompetisi musim ini. Terbukti, performa mereka di tiga laga awal cukup mengejutkan.
Sempat menang 2-0 atas Semen Padang di laga perdana, Persib justru takluk 1-2 dari Persijap Jepara di pekan kedua. Lebih mengejutkan lagi, Maung Bandung ditahan imbang 1-1 oleh tim promosi lainnya, PSIM Jogjakarta.
Pemain debutan Persib, Patricio Matricardi, mengaku terkejut dengan ketatnya persaingan di Super League. Ia pun mulai memahami karakter sepak bola Indonesia yang mengandalkan kecepatan dan umpan panjang.
“Ya liga ini (Indonesia) permainannya lebih cepat, mereka banyak memainkan umpan panjang di belakang pertahanan. Di liga ini banyak pemain yang bagus dan kuat di lini depan, secara langsung saya harus menghadapinya,” ungkap Matricardi, dikutip dari laman resmi I-League.
Selain kecepatan permainan, cuaca panas juga menjadi tantangan tersendiri bagi bek asal Argentina ini.
“Cuacanya juga sulit dimainkan karena sangat panas, tapi ini bagus,” imbuhnya.
Beruntung, Matricardi mulai kerasan tinggal di Bandung dan merasa diterima dengan baik. Ia juga merasa chemistry-nya dengan duet di lini pertahanan, Julio Cesar, semakin kuat.
“Ya dia bagus, sangat bagus. Kami memiliki komunikasi yang bagus dengan tim. Kami juga berbicara tentang potensi bahaya yang hampir sama. Saya rasa kami melakukan pekerjaan dengan baik,” pungkasnya.
Persib musim ini memang bisa dibilang tim baru setelah banyak pemain hengkang. Bojan Hodak harus membangun chemistry antar pemain, dan itu butuh waktu.
Meski demikian, Persib tetap harus diwaspadai. Musim lalu, mereka mampu bangkit di putaran kedua dan akhirnya meraih gelar juara. Bukan tidak mungkin, hal serupa bisa terjadi lagi musim ini.
