Madrid – Penjaga gawang Real Madrid, Thibaut Courtois, buka suara soal perbedaan gaya kepelatihan antara Carlo Ancelotti dan Xabi Alonso. Ia juga menepis isu ketidakharmonisan di ruang ganti pemain.
Courtois menegaskan bahwa hubungan antara pemain dan pelatih Xabi Alonso berjalan baik. Ia menyebut isu yang beredar terlalu dibesar-besarkan.
Kiper asal Belgia itu juga menekankan bahwa Carlo Ancelotti tetap menjadi sosok yang dihormati di klub.
Menurutnya, “Selalu ada lebih banyak kebisingan di luar daripada di dalam. Selalu ada kritik hanya karena hasil imbang,” ujarnya, dikutip dari Football Espana.
Courtois mengakui bahwa bermain di kandang Rayo selalu sulit dan timnya harus meningkatkan diri.
Hasil imbang kontra Rayo terjadi setelah kekalahan dari Liverpool, yang membuat performa tim dipertanyakan. Courtois menilai komentar Alonso soal detail pertandingan sangat relevan.
Ia menegaskan bahwa Real Madrid tetap menguasai permainan meski menghadapi kesulitan di babak kedua.
“Di babak pertama, saya merasa kami sangat menguasai lapangan, dan banyak peluang mereka berasal dari tembakan jarak jauh atau sapuan yang buruk,” tegasnya. “Di babak kedua, kami kesulitan menciptakan lebih banyak bahaya; mereka bermain lebih baik.”
Courtois juga menambahkan bahwa kasus Vinicius Junior telah selesai. “Dia telah meminta maaf dan kami telah melanjutkan hidup. Kita semua manusia, dan dalam pertandingan yang penuh tekanan, kita bisa bereaksi dengan cara yang mungkin kita sesali nanti,” jelasnya.
Soal perbedaan antara Ancelotti dan Alonso, Courtois menggambarkan Ancelotti seperti sosok ayah atau kakek bagi para pemain, sedangkan Xabi Alonso lebih modern.
“Ancelotti seperti ayah atau kakek. Xabi lebih modern. Mereka berdua pelatih yang sangat bagus, masing-masing dengan gayanya sendiri,” ungkap Courtois.
“Mengatakan kami merindukan Ancelotti akan tidak menghormati Xabi. Kami memiliki hubungan yang baik dengan Alonso.”
Kiper asal Belgia ini menambahkan, ruang ganti tetap kondusif meskipun ada beberapa pemain yang kurang puas karena waktu bermain terbatas. Semua masalah dibicarakan secara terbuka dan tim tetap bergerak ke arah yang sama.
Sejak era Alonso, Real Madrid sukses meraih 17 kemenangan dari 22 pertandingan di semua kompetisi, termasuk LaLiga dan fase awal Liga Champions.







