www.domainesia.com
Web Hosting
www.domainesia.com

Buntut skandal naturalisasi, Malaysia dinyatakan kalah 3-0 di 3 laga

PUTRAJAYA, KOMPAS.com – Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) menjatuhkan sanksi kepada tim nasional (timnas) Malaysia, berupa kekalahan 3-0 dalam tiga pertandingan persahabatan internasional karena terbukti menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat.

Web Hosting

Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dalam pernyataan resmi, Rabu (17/12/2025), menyebutkan bahwa kemenangan atas Palestina dan Singapura, serta hasil imbang kontra Tanjung Verde dicabut. Ketiga laga tersebut digelar di kandang sendiri pada tahun ini.

“FIFA menyatakan Malaysia kalah 3-0 dalam ketiga pertandingan tersebut,” ujar FAM mengutip hasil sidang Komite Disiplin FIFA yang digelar Jumat (12/12/2025), dikutip dari kantor berita AFP.

Baca juga: Buntut Pemalsuan Dokumen Naturalisasi, Pemerintah Malaysia Bekukan Dana FAM

FIFA juga mengonfirmasi, tujuh pemain naturalisasi Malaysia yang diturunkan dalam pertandingan itu tidak memenuhi syarat karena terbukti menggunakan dokumen palsu terkait asal-usul keturunan.

Ketujuh pemain itu adalah Hector Hevel, Jon Irazabal, Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, dan Joao Brandao Figueiredo.

Hasil penyelidikan menunjukkan, tak satu pun dari mereka memiliki orangtua maupun kakek-nenek yang lahir di Malaysia.

Padahal, dalam aturan FIFA itu merupakan syarat wajib untuk membela tim nasional melalui jalur keturunan.

Sanksi ini merupakan lanjutan dari denda sebelumnya sebesar 440.000 dollar AS (Rp 7,34 miliar). FIFA kini menambah denda sebesar 12.500 dollar AS atau sekitar Rp 208,7 juta.

Investigasi dilakukan setelah FIFA menerima laporan usai kemenangan besar Malaysia 4-0 atas Vietnam, di kualifikasi Piala Asia pada Juni 2025.

Dalam laga tersebut, dua dari tujuh pemain yang dipermasalahkan turut mencetak gol.

Menanggapi sanksi ini, FAM membantah melakukan pelanggaran dan akan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Baca juga: Skandal Naturalisasi Malaysia, Alarm Asia Tenggara

Klaim keturunan Malaysia hanya dari cerita keluarga

Dalam dokumen yang dilansir Bernama, Selasa (18/11/2025), terungkap bahwa klaim para pemain soal keturunan Malaysia hanya berdasarkan cerita keluarga, bukan dokumen resmi yang diverifikasi.

Dalam pengakuannya, para pemain menyatakan bahwa mereka tidak pernah membaca, memeriksa, atau memastikan keaslian dokumen yang mereka serahkan.

Mereka menegaskan, dokumen tersebut asli dan tidak diubah ketika diberikan kepada agen masing-masing.

Komite Banding FIFA menambahkan, para pemain berargumen bahwa jika ada manipulasi dokumen, hal itu terjadi setelah dokumen diserahkan ke Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan tanpa sepengetahuan mereka.

“Kecuali satu pemain (Gabriel Felipe Arrocha), yang menyerahkan dokumen secara langsung dan tidak memproduksi salinan dalam proses ini, pemain lain mengajukan tangkapan layar dan percakapan WhatsApp dengan agen mereka sebagai bukti.”

“Ini menunjukkan akta kelahiran kakek-nenek mereka, yang tidak satupun mencantumkan tempat lahir di Malaysia (atau wilayahnya),” tulis keputusan FIFA.

Baca juga: Malaysia Palsukan Data Kakek-Nenek 7 Pemain Naturalisasi, Ini Tempat Lahir Asli Mereka

Dalam sidang pada 30 Oktober 2025, para pemain mengaku kesempatan bermain untuk timnas Malaysia datang melalui agen mereka.

Proses pengumpulan dokumen dan seluruh langkah birokrasi sepenuhnya diatur oleh FAM dan agen.

Para pemain juga mengakui menandatangani dokumen dan hadir di hadapan otoritas Malaysia, tetapi tidak membaca atau memahami isi dokumen yang ditandatangani karena mayoritas menggunakan bahasa nasional yang tidak mereka kuasai.

Baca juga: 7 Pemain Naturalisasi Malaysia Akui Klaim soal Keturunan Hanya dari Cerita Keluarga

Sumber: Kompas.com (Penulis Inas Rifqia Lainufar | Editor: Inas Rifqia Lainufar)

Web Hosting