www.domainesia.com
Web Hosting
www.domainesia.com

Bukan soal kualitas! Ini 4 alasan Rizky Ridho gagal menang di Puskas Award 2025

Jakarta – Bek Persija Jakarta dan Tim Nasional Indonesia, Rizky Ridho, gagal meraih penghargaan Puskas Award 2025. Gelar gol terindah dunia tersebut resmi jatuh ke tangan Santiago Montiel, pemain Club Atletico Independiente, setelah diumumkan langsung oleh FIFA. Meski demikian, masuknya nama Ridho dalam nominasi telah menjadi pencapaian bersejarah bagi sepak bola Indonesia.

Pengumuman pemenang disampaikan oleh legenda sepak bola, Arsene Wenger. Ia memuji gol Montiel sebagai “tembakan spektakuler dan pemenang yang layak untuk The Best FIFA Puskas Award 2025.” Presiden FIFA Gianni Infantino juga memberikan apresiasi tinggi, menyebut tendangan salto Montiel menunjukkan teknik, kelincahan, dan keterampilan luar biasa.

Web Hosting

Rizky Ridho sendiri menerima hasil ini dengan lapang dada. “Terima kasih untuk dukungannya semua teman-teman, rezekine Cak Montiel,” ujarnya. Nominasinya menjadi bukti nyata kemampuan pemain bertahan dari Liga 1 untuk bersaing di panggung global.

Setidaknya ada empat alasan utama yang mendasari Rizky Ridho tidak terpilih sebagai pemenang Puskas Award 2025. Pertama, persaingan yang sangat ketat membuat gol pemenang harus benar-benar menonjol. Gol akrobatik Montiel menawarkan kombinasi teknik dan kejutan visual yang kuat, seringkali menjadi pembeda dalam kontes seperti Puskas Award.

Kedua, sistem pemungutan suara yang melibatkan preferensi publik dan legenda FIFA turut berperan. Gol-gol dengan aksi salto seperti milik Montiel cenderung lebih cepat menyebar dan memicu reaksi emosional, membuatnya lebih viral dan mudah diingat.

Ketiga, kriteria penilaian Puskas Award sangat spesifik, menekankan aspek estetika, teknik murni, dan minimnya unsur keberuntungan. Dalam persaingan sengit, gol yang dianggap benar-benar ikonik seringkali mengungguli gol yang hanya nyaris sempurna.

Keempat, faktor “wow” atau daya kejut menjadi ciri khas pemenang Puskas Award. Gerakan akrobatik ekstrem atau teknik langka menciptakan kesan lebih kuat. Gol Montiel berhasil menciptakan momen yang “menggembirakan para penggemar dan meraih kekaguman dari seluruh dunia,” seperti disampaikan Infantino.

Fenomena ini bukan hal baru dalam sejarah Puskas Award. Sebelumnya, Mohamed Salah pernah memenangkan penghargaan ini pada 2018, mengalahkan gol-gol spektakuler dari Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale. Lionel Messi pun beberapa kali harus puas menjadi runner-up.

Kegagalan Rizky Ridho meraih Puskas Award tidak bisa dipandang sebagai penurunan kualitas. Sebaliknya, namanya kini sejajar dengan pemain kelas dunia di panggung global, menjadi simbol kemajuan sepak bola Indonesia.

Respons publik nasional tetap penuh kebanggaan, menilai nominasi Puskas Award sudah merupakan kemenangan tersendiri. Sorotan dunia terhadap Rizky Ridho membuka peluang lebih besar untuk karier internasionalnya di masa depan.

Pada akhirnya, Rizky Ridho kalah oleh sebuah momen yang sedikit lebih spektakuler, bukan oleh kualitas permainannya. Perjalanan kariernya masih panjang, dan potensi untuk kembali mencetak sejarah tetap terbuka lebar.

Web Hosting