www.domainesia.com
Web Hosting
www.domainesia.com

Berkas Palsu Terkuak, Asa Sepak Bola Malaysia Menipis?

Kuala Lumpur – Kontroversi pemain naturalisasi Malaysia kembali mencuat setelah terungkap bukti baru yang menunjukkan tiga dari tujuh pemain yang dinaturalisasi tidak memiliki garis keturunan Malaysia. Hal ini bertentangan dengan klaim Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) sebelumnya.

Akta kelahiran asli Hector Hevel, Facundo Garces, dan Imanol Machuca menjadi sorotan utama.

Web Hosting

Ketiganya terbukti bukan berasal dari Malaysia seperti yang diklaim FAM.

FAM sebelumnya mengklaim bahwa kakek Hector Hevel, Hendrik Jan Hevel, berasal dari Malaka, Malaysia.

Namun, dokumen dari Belanda membuktikan bahwa Hendrik Jan Hevel lahir di Den Haag, Belanda. Dokumen ini dapat diakses publik di situs arsip nasional Belanda Wiewaswie.

Kasus serupa terjadi pada Facundo Garces, yang menurut FAM memiliki kakek dari Penang, Malaysia.

Media Argentina, Capital de Noticias (CDN), menerbitkan akta kelahiran asli Carlos Rogelio Fernandez, kakek Garces, yang lahir di Santa Fe, Argentina.

FAM juga mengklaim bahwa nenek Imanol Machuca, Concepcion Agueda Alaniz, lahir di Penang.

Namun, catatan sipil provinsi Santa Fe menunjukkan bahwa Concepcion lahir di kota Roldan, Argentina.

“Seperti kasus kakek Facundo Garces, FAM mengklaim bahwa nenek Machuca lahir di Penang,” tulis CDN. “Namun, kami memiliki dokumentasi eksklusif yang menunjukkan bahwa Concepcion Agueda Alaniz sebenarnya lahir di Roldan, Argentina.”

Terungkapnya bukti ini memicu pertanyaan publik tentang bagaimana FAM akan membela diri di hadapan FIFA dan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

FIFA sebelumnya telah menolak banding yang diajukan FAM, mendorong mereka untuk membawa kasus ini ke CAS.

FAM menegaskan akan berjuang untuk melindungi hak kompetisi internasional ketujuh pemain tersebut.

“FAM akan mengirimkan surat kepada FIFA untuk meminta rincian dan alasan tertulis atas keputusan ini, sebelum melanjutkan banding ke CAS,” bunyi pernyataan FAM.

FAM mengakui bahwa ini adalah situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mereka terkejut dengan keputusan FIFA.

Datuk Mohd Yusoff Mahadi, pemangku Presiden FAM, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan tertulis lengkap ke FIFA dan sedang menunggu respons lanjutan sebelum mengajukan banding ke CAS.

Namun, dengan terungkapnya dokumen-dokumen yang diduga palsu ini, peluang FAM untuk mendapatkan pertolongan dari CAS tampaknya semakin tipis.

“Jika FAM membawa kasus ini ke CAS, mustahil untuk membalikkan keadaan,” tulis Danviet.

“Hal ini dikarenakan kebenaran telah terungkap sepenuhnya ke publik dan sulit bagi CAS untuk mengubah keputusan FIFA.”

Skandal naturalisasi ini disebut sebagai “gempa bumi” yang mengguncang reputasi sepak bola Malaysia.

Para ahli memprediksi FIFA akan mengambil tindakan yang lebih tegas, dan masa depan ketujuh pemain naturalisasi Malaysia semakin tidak menentu.

Web Hosting