Barcelona – Bek tengah Barcelona asal Uruguay, Ronald Araujo, tengah menghadapi tekanan mental serius setelah menerima kartu merah dalam laga Liga Champions melawan Chelsea dua pekan lalu. Kondisi ini diperparah dengan kritik atas performa inkonsistennya sejak awal musim. Untuk memulihkan stabilitas emosinya, Araujo memutuskan menepi sejenak dari hiruk pikuk sepak bola dan pergi mencari dukungan spiritual ke Yerusalem, Israel, sebuah langkah yang didukung penuh oleh klub.
Kartu merah tersebut dilaporkan sangat mengganggu kondisi psikisnya. Keputusan untuk bertolak ke Yerusalem, yang merupakan rumah bagi beberapa situs suci dalam agama Kristen, diambil Araujo guna mencari kekuatan dari imannya. Menurut berbagai laporan dan jurnalis lokal, Araujo secara khusus mengunjungi tempat-tempat suci ini untuk menimba kekuatan dari keyakinannya.
Barcelona telah memberikan izin penuh kepada Araujo untuk memulihkan kesehatan mentalnya tanpa menetapkan batas waktu kepulangan. Klub memprioritaskan kesembuhan mental sang pemain agar ia dapat kembali menjadi figur penting dalam tim.
Sebagai bentuk kepercayaan, Barcelona juga telah memperbarui kontraknya hingga tahun 2031, kurang dari setahun yang lalu. Keputusan ini diambil meskipun ada minat kuat dari klub lain, menunjukkan keyakinan penuh pada kemampuan dan kepemimpinannya.
Mantan bek Barcelona, Gerard Pique, turut bersuara mengenai isu kesehatan mental dan membela mantan rekan setimnya itu. Dalam sebuah wawancara, Pique memahami keputusan Araujo untuk merenung dan bangkit setelah insiden kartu merah. Baginya, kartu merah tersebut menjadi titik balik bagi Araujo untuk menyadari pentingnya menjaga kesehatan mental.
Pique mengenang pengalamannya sendiri saat sering menerima ejekan ketika membela Timnas Spanyol di tengah isu politik Catalunya. Ia menjelaskan, “Di masa saya, khususnya beberapa tahun dengan isu proses kemerdekaan yang mengharuskan saya masuk tim nasional, saya mengalaminya dan Anda harus mengenakan baju besi, dan tibalah saatnya yang bahkan tidak sehat, di mana Anda bahkan tidak peduli dengan apa yang orang katakan atau pikirkan, tetapi itulah satu-satunya cara untuk menjaga kesehatan mental dan tetap sehat secara emosional.”
Pique juga menegaskan pentingnya menjaga kesehatan mental, tidak hanya di dunia sepak bola tetapi secara umum. Ia berharap ada lebih banyak kesadaran dan penghormatan terhadap para profesional di dunia olahraga. “Sudah saatnya untuk menghormati para profesional, sudah saatnya bagi kita untuk berhenti menjadi dunia yang bebas dan bahwa setiap orang dapat melakukan dan menghina apa pun yang mereka inginkan,” tegasnya.







