Arena Sumbar – Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, mengakui masih kesulitan memahami penyebab hilangnya kepercayaan diri terhadap motor GP25 sejak uji coba musim dingin lalu. Situasi ini membuatnya terlempar dari persaingan gelar juara dunia MotoGP 2024.
Bagnaia kini fokus mengamankan posisi ketiga klasemen akhir dalam dua balapan tersisa musim ini. Performa yang tidak konsisten menjadi kendala utama, dengan momen gemilang di Jepang yang kontras dengan hasil mengecewakan di Indonesia.
“Ini adalah tahun tersulit yang pernah saya alami. Saya harap tahun depan masalahnya tidak sebanyak tahun ini,” kata Bagnaia, seperti dilansir BolaSport.com dari MotorSport Espana.
Kurangnya konsistensi membuat Bagnaia kehilangan posisi ketiga di klasemen sementara. Ia kini tertinggal lima poin dari Marco Bezzecchi.
Pada MotoGP Malaysia, Bagnaia sebenarnya tampil menjanjikan dengan meraih kemenangan di sesi kualifikasi. Namun, masalah ban memaksanya mundur saat balapan menyisakan dua putaran.
“Sepang berjalan positif. Senang rasanya bisa kembali membalap dengan cara yang memadai, meskipun tidak sebaik di Jepang,” ujar Bagnaia. “Tujuannya adalah mengulanginya, dan finis ketiga di kejuaraan.”
Selain itu, Bagnaia juga menanggapi kehadiran Marc Marquez di garasi Ducati. Ia mengaku menghormati dan mengagumi Marquez sebagai salah satu pembalap terbaik dalam sejarah.
“Anda hanya bisa belajar dari pembalap seperti Marquez,” kata Bagnaia. “Dia telah membuat perbedaan dalam banyak kesempatan, dan tahun ini dia telah memimpin Ducati untuk mendominasi.”
Pada MotoGP Portugal 2025, Nicolo Bulega akan menemani Bagnaia, menggantikan Marquez. Bagnaia yakin Bulega akan menikmati kesempatan ini.
“Bulega telah mendapatkan kesempatan ini. Melakukannya di sini tidak mudah, tetapi dia pebalap yang fantastis dan saya yakin dia akan sangat menikmatinya,” kata Bagnaia. “Saya siap membantunya untuk apa pun yang dia butuhkan.”

