Barcelona – Pembalap penguji Ducati, Michele Pirro, mengakui rumitnya masalah yang terus menghantui Francesco Bagnaia dalam memaksimalkan performa motor Desmosedici GP25.
Bagnaia, juara dunia tiga kali, belum menemukan konsistensi performa sepanjang 15 seri balap MotoGP 2025.
Performa naik turunnya di setiap seri balapan menjadi sorotan utama.
Terakhir, Bagnaia kembali kesulitan di dua hari pertama MotoGP Catalunya, gagal mencatatkan waktu lap kompetitif dan hanya meraih posisi start ke-21.
Meski sempat finis ke-14 saat Sprint karena insiden, Bagnaia menunjukkan peningkatan dengan finis ke-8 di balapan utama.
“Dari segi sensasi, saya merasa sedikit lebih baik,” kata Bagnaia usai balapan, dikutip dari Crash.net.
Ducati sendiri tidak senang dengan masalah yang dialami Bagnaia.
Pirro menjelaskan bahwa masalah yang dialami Bagnaia sulit dipahami oleh para insinyur. “Kurangnya perasaan adalah sesuatu yang tidak dapat dipahami oleh para insinyur,” kata Pirro, dilansir dari Corsedimoto.
Pirro menyoroti perbedaan adaptasi antara Marc Marquez dan Bagnaia terhadap motor GP25. Kelebihan Marquez dalam beradaptasi justru mengaburkan masalah yang dihadapi Bagnaia.
“Kami (Ducati) telah mencoba dan sedang berusaha mencari tahu,” tutur Pirro, dikutip dari GPone.com. “Akan tetapi, tidak ada satu elemen pun yang membenarkan bahwa Pecco tidak mampu tampil seperti sebelumnya.”
Davide Tardozzi, Manajer Ducati Lenovo, menegaskan dukungan penuh Ducati dan berharap Bagnaia ikut berperan dalam menyelesaikan masalah ini.
“Kami berharap Pecco ikut berperan dalam menyelesaikan masalah ini,” ucap Tardozzi. “Dia harus membantu kami untuk membantunya.”
Bagnaia sendiri bertekad untuk berusaha lebih keras dalam menyatu dengan motor Ducati Desmosedici GP25.
“Dengan Ducati ada hubungan yang spesial, saya mendapat dukungan penuh,” kata Bagnaia.







