Arsenal dikabarkan selangkah lagi mendapatkan tanda tangan Eberechi Eze dari Crystal Palace pada bursa transfer musim panas ini. Nilai transfer pemain ini diperkirakan mencapai £67,5 juta.
Bintang Crystal Palace tersebut lebih memilih bergabung dengan The Gunners daripada tawaran dari Tottenham Hotspur.
Pelatih Crystal Palace, Oliver Glasner, berusaha tenang menanggapi spekulasi transfer ini usai pertandingan imbang melawan Chelsea.
Mengapa Arsenal Ngotot Datangkan Eze?
Arsenal dua musim terakhir selalu finis di posisi kedua Liga Primer Inggris. Kedatangan Eze diharapkan menjadi amunisi tambahan untuk meraih gelar juara musim depan.
Liverpool dan Manchester City juga aktif di bursa transfer, membuat Arsenal terpacu untuk memperkuat tim. Sebelumnya, Arsenal telah mendatangkan Viktor Gyokeres, Martin Zubimendi, dan Noni Madueke.
Performa Gabriel Martinelli dan Leandro Trossard yang kurang konsisten menjadi alasan Arsenal mendatangkan Eze. Meskipun keduanya mencetak delapan gol di Liga Primer, jumlah itu masih di bawah Kai Havertz (15) dan Bukayo Saka (12).
Posisi dan Gaya Bermain Eberechi Eze
Eze sering bermain di sisi kiri dalam formasi 3-4-3 Crystal Palace. Posisi ini kemungkinan akan menjadi tempatnya bermain di Arsenal. Eze memiliki kemampuan serba bisa dibandingkan Martinelli dan Trossard.
Eze perlu beradaptasi dengan gaya bermain Arsenal yang berbeda dengan Crystal Palace. Di Arsenal, ia harus menghadapi lawan yang bertahan rapat karena timnya lebih dominan dalam penguasaan bola.
Kemampuan Eze menggiring bola dan menusuk ke kotak penalti akan sangat membantu Arsenal. Eze juga bisa dimainkan sebagai gelandang serang tengah, mengurangi beban kreativitas Martin Odegaard.
Statistik menunjukkan Odegaard menciptakan 63 peluang dan 13 *big chance*, sementara Eze menciptakan 58 peluang dan 11 *big chance*.
Penempatan posisi menjadi pekerjaan rumah bagi pelatih Arsenal, Mikel Arteta. Declan Rice nyaman bermain di sisi kiri dari tiga gelandang Arsenal, yang juga bisa menjadi area ideal bagi Eze.
Jika semua berjalan sesuai rencana, kedatangan Eze bisa menjadi kepingan terakhir dari puzzle Arsenal untuk meraih trofi juara.
