Budapest – Paris Saint-Germain (PSG) resmi mencatatkan sejarah sebagai tim elite Eropa setelah sukses mempertahankan gelar juara Liga Champions secara beruntun. Dalam laga final edisi 2025-2026 di Stadion Arena Puskas, Sabtu (30/5/2026), PSG mengalahkan Arsenal melalui drama adu penalti.
Pertandingan waktu normal berakhir imbang 1-1. Arsenal sempat unggul lebih dulu lewat gol cepat Kai Havertz pada menit ke-6. PSG kemudian mampu menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti Ousmane Dembele pada menit ke-64.
Skor imbang bertahan hingga akhir babak perpanjangan waktu, memaksa kedua tim menjalani babak adu penalti. PSG akhirnya keluar sebagai juara setelah menang agregat 4-3 dalam babak tos-tosan, menyusul kegagalan eksekusi bek Arsenal, Gabriel Magalhaes.
Keberhasilan ini menegaskan dominasi PSG di kancah sepak bola Eropa. Berdasarkan data Opta Joe, PSG menjadi klub ketiga dalam sejarah yang mampu mengawinkan gelar liga domestik dan Liga Champions dalam dua musim berturut-turut.
Sebelumnya, rekor prestisius ini hanya mampu dicatatkan oleh dua klub legendaris. Real Madrid meraihnya pada musim 1956-1957 dan 1957-1958, disusul Ajax Amsterdam pada musim 1971-1972 dan 1972-1973.
Bagi PSG, pencapaian ini membungkam kritik yang selama bertahun-tahun meragukan kualitas tim asuhan Luis Enrique di level Eropa. Sejak diakuisisi oleh investor asal Qatar pada 2011, klub ibu kota Prancis ini sering dianggap hanya mengandalkan hasil instan. Namun, perubahan pendekatan sejak kedatangan Luis Enrique kini terbukti mampu membawa Les Parisiens menjadi kekuatan utama yang disegani di Benua Biru.







