Bangkok – Banjir besar yang melanda wilayah selatan Thailand memaksa panitia penyelenggara SEA Games untuk memindahkan sejumlah cabang olahraga dari Songkhla ke Bangkok. Keputusan ini diambil karena kekhawatiran mengenai kondisi tempat pertandingan dan potensi wabah penyakit di kawasan terdampak.
Wakil Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Nasional Thailand, Chalitrat Chantarubeksa, mengkonfirmasi bahwa 10 cabang olahraga dialihkan ke Bangkok. Langkah ini merupakan respons atas kondisi darurat setelah pertemuan dengan pejabat kementerian dan perwakilan negara peserta.
Cabang olahraga yang dipindahkan meliputi tinju, pencak silat, sepak bola putra (Grup B), catur, judo, kabaddi, karate, gulat, petanque, dan wushu. Pemindahan ini bertujuan untuk memastikan lingkungan penyelenggaraan memenuhi standar internasional dan aman bagi para atlet.
Beberapa negara peserta sebelumnya khawatir fasilitas di Songkhla, terutama di pusat olahraga Pru Kang Khao, tidak dapat pulih tepat waktu. Risiko wabah penyakit setelah banjir surut juga menjadi perhatian utama.
Salah satu atlet Singapura di cabang wushu, Jowen Lim, menyatakan timnya siap beradaptasi di mana pun pertandingan dimainkan asalkan tersedia ruang dan fasilitas yang memadai.
Pemindahan mendadak ini menimbulkan dampak logistik dan biaya tambahan bagi tim peserta yang telah memesan tiket pesawat dan akomodasi di Songkhla. Pemerintah Thailand menyatakan siap membahas kompensasi bagi negara peserta.
Menurut Chalitrat, keputusan pemindahan telah disetujui oleh berbagai pihak demi keselamatan atlet dan keberlangsungan kompetisi secara adil. Opsi relokasi dianggap sebagai solusi paling realistis mengingat waktu persiapan yang semakin mendesak.
Dengan pemindahan ini, Bangkok bersama kota penyelenggara lain dipastikan menjadi tuan rumah selama SEA Games mendatang. Para peserta dan pendukung berharap perubahan ini tidak mengganggu semangat kompetisi.







