Jakarta – Apresiasi tinggi diberikan oleh Antonius Budi Ariantho, pelatih kepala ganda putra PBSI, atas pencapaian gemilang pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang berhasil lolos ke BWF World Tour Finals 2025 hanya dalam waktu empat bulan.
Duet Fajar/Fikri, yang secara tak terduga dipasangkan sejak Japan Open 2025 pada bulan Juli lalu, menunjukkan performa yang menjanjikan. Kala itu, pasangan utama mereka berhalangan karena urusan keluarga dan pemulihan cedera.
Fajar/Fikri Torehkan Prestasi Gemilang
Pasangan ini berhasil meraih gelar juara di China Open 2025 (Super 1000) dan menjadi runner-up di Korea Open 2025 (Super 500), Denmark Open, French Open (Super 750), serta Australian Open 2025.
Antonius Budi Ariantho mengungkapkan kunci sukses Fajar/Fikri dalam mencapai tren positif dengan cepat. “Ya memang mereka berdua sudah berpengalaman, khususnya Fajar. Fikri juga dari tahun lalu juga sudah pernah juara,” ujarnya di pelatnas Cipayung, Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Motivasi dan Konsistensi Jadi Kunci
Anton menambahkan, motivasi individu untuk menampilkan yang terbaik menjadi faktor penting. “Mungkin dari pengalaman yang dulu, dia suka terkadang bermain bagus, terkadang tidak bagus. Dia belajar dari situ supaya setiap turnamen konsisten hasilnya,” katanya.
PBSI memberikan keleluasaan kepada pelatih untuk melakukan bongkar pasang pemain ganda hingga akhir tahun 2025, sebagai persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
“Ya dengan hasil 2025 sudah terlihat. Tinggal kalau saya sebagai pelatih pasti saya teruskan sampai Olimpiade,” tegas Anton.
Fokus Tingkatkan Kekuatan dan Pertahanan
Anton menjelaskan bahwa saat ini fokus utama adalah menjaga stamina, khususnya Fajar, serta meningkatkan kekuatan, power, dan endurance mereka. “Fajar/Fikri itu tinggal powernya, tekanannya mesti harus ditambah, tekanannya dia pada saat menyerang harus ditambah lagi sama defense-nya,” jelas Anton.
Menurutnya, peningkatan kekuatan menyerang dan pertahanan akan menjadi kunci bagi Fajar/Fikri untuk meraih hasil yang lebih baik.
Chemistry yang Solid
Anton juga menilai bahwa Fajar/Fikri tidak memerlukan penyesuaian lagi, mengingat chemistry dan komunikasi mereka di lapangan sudah terjalin dengan baik. “Sudah cukup kalau saya lihat penampilan mereka dari 8 turnamen ini. Chemistry-nya sudah baik, komunikasi di lapangannya juga baik, sambungannya juga baik kalau saya lihat,” ungkapnya.
Persiapan Menuju World Tour Finals
Menjelang World Tour Finals yang akan digelar pada 14 Desember, Anton menjelaskan bahwa tim pelatih akan fokus pada maintenance fisik dan penambahan latihan secara bertahap.
Evaluasi dari performa Fajar/Fikri setelah China Open menunjukkan bahwa stamina dan kekuatan masih perlu ditingkatkan. “Target untuk World Tour Finals yang tampil adalah peringkat 1-8 dunia. Intinya main yang maksimal saja lah karena musuh-musuhnya sudah kelas atas, ranking 1 sampai 8 dunia. Tidak gampang untuk mengalahkannya,” pungkas Anton.
Selain persiapan menuju World Tour Finals, Fajar juga tengah mempersiapkan rencana pernikahannya.







