Florence – Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil finis di posisi kedelapan dalam gelaran Moto3 Grand Prix Italia yang berlangsung di Sirkuit Mugello, Ahad (31/5/2026). Meski memulai balapan dari urutan ke-13, Veda sempat tampil impresif dengan menembus posisi empat besar saat balapan tersisa tiga putaran.
Persaingan sengit antarpembalap hingga lap terakhir membuat Veda harus puas mengakhiri balapan di urutan kedelapan. Sebelumnya, pembalap Honda Team Asia ini sempat mengalami kendala teknis dan tercecer ke posisi ke-16 pada pertengahan balapan, namun mampu bangkit kembali ke barisan depan.
Hasil ini mengokohkan posisi Veda di peringkat kelima klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 66 poin. Hingga saat ini, pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta tersebut menunjukkan konsistensi dengan selalu finis di sepuluh besar dalam setiap seri, kecuali pada balapan di Austin, Amerika Serikat.
Podium tertinggi di GP Italia diraih oleh pembalap asal Spanyol, Brian Uriarte, disusul Alvaro Carpe di posisi kedua. Sementara itu, pembalap Malaysia, Hakim Danish, mencatatkan sejarah dengan meraih podium perdana di Moto3 setelah finis di posisi ketiga.
Berikut klasemen sementara Moto3 musim 2026 usai GP Italia:
1. Maximo Quiles (145 poin)
2. Alvaro Carpe (93 poin)
3. Adrian Fernandez (89 poin)
4. Brian Uriate (67 poin)
5. Veda Ega Pratama (66 poin)
6. Marco Morelli (61 poin)
7. Valentin Perrone (56 poin)
8. David Almansa (52 poin)
9. Guido Pini (47 poin)
10. David Munoz (47 poin)
Sepanjang musim 2026, Veda menunjukkan performa kompetitif sejak debutnya di Buriram, Thailand, dengan finis di posisi kelima. Puncaknya, ia mencetak sejarah bagi Indonesia dengan meraih podium ketiga di GP Brasil. Veda juga sempat memecahkan rekor kecepatan tertinggi (top speed) di Sirkuit Jerez, Spanyol, dengan catatan 222,2 km per jam.
Meski sempat mengalami insiden terjatuh di GP Amerika, Veda terus menunjukkan kematangan performa di seri-seri Eropa, termasuk finis keempat di GP Prancis dan kedelapan di GP Catalunya. Veda mengaku target utamanya musim ini adalah meraih gelar Rookie of the Year sembari beradaptasi dengan karakter motor dan tim baru.
“Targetnya bismillah bisa Rookie of the Year, tapi saya juga sekalian belajar karena tim baru dan mekanik baru. Fokus saya saat ini adalah latihan fisik dan adaptasi mental karena persaingan di Moto3 jauh lebih ketat,” ujar Veda beberapa waktu lalu.







