Padang – Kepala Pemandu Bakat PSSI, Simon Tahamata, menilai Indonesia seharusnya tidak lagi melakukan naturalisasi pemain dari Belanda untuk memperkuat tim nasional. Ia menekankan pentingnya pengembangan talenta-talenta lokal.
Menurut Tahamata, yang merupakan pelatih asal Belanda berdarah Indonesia, Indonesia memiliki banyak pemain berbakat yang bisa dikembangkan. Ia khawatir naturalisasi pemain dari luar negeri akan menutup kesempatan bagi pemain lokal untuk bermain di timnas.
“Kalau kami ambil pemain banyak dari Belanda, lalu pemain yang di sini buat apa,” ujar Tahamata. “Mereka takutnya tidak ada kesempatan untuk bermain di timnas Indonesia.”
Tahamata memahami fokus PSSI saat ini adalah lolos ke Piala Dunia 2026, namun ia menegaskan pentingnya investasi jangka panjang pada pengembangan pemain muda. Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menghasilkan pemain-pemain berkualitas.
PSSI menugaskan Tahamata untuk mencari pemain-pemain muda potensial di seluruh Indonesia. Ia telah mengunjungi Medan dan Bali untuk melihat langsung bibit-bibit muda berbakat.
Tahamata mengakui timnas Indonesia bermain baik di level junior, namun performanya menurun saat mencapai level senior. Ia tengah mencari penyebab masalah ini dan berupaya membantu meningkatkan kualitas pemain muda Indonesia.
“Saya datang ke sini untuk membantu,” pungkas Tahamata. “Kita memulai sepak bola dengan dasar. Ibarat bayi, pasti mereka belajar merangkak dan baru berjalan.”
