Stasiun Yogyakarta Hentikan Pemutaran Lagu Sepasang Mata Bola

Yogyakarta – PT KAI Daop 6 Yogyakarta menghentikan pemutaran lagu “Sepasang Mata Bola” di Stasiun Tugu dan Lempuyangan. Keputusan ini diambil terkait dengan masalah administrasi royalti.

Penghentian pemutaran lagu keroncong ciptaan Ismail Marzuki itu dilakukan bersamaan dengan penghentian lagu “Bengawan Solo” di Stasiun Solo, yang sudah berlangsung lebih dari sebulan.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyatakan penghentian pemutaran lagu sudah dilakukan sejak Juli lalu. “Kami ingin memastikan semua berjalan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku,” ujarnya, Kamis (28/8/2025).

Feni menambahkan, sepuluh stasiun kereta api jarak jauh di wilayah Daop 6 Yogyakarta, termasuk Stasiun Yogyakarta dan Solo, turut menghentikan pemutaran lagu. Saat ini, belum ada lagu pengganti.

“Sejauh ini belum ada lagu pengganti untuk keberangkatan dan kedatangan KA, tapi seperti biasa setiap pukul 10.00 ada lagu Indonesia Raya dikumandangkan,” kata Feni.

Penghentian ini bersifat sementara. KAI sedang memastikan proses administrasi terkait izin dan kewajiban royalti. Hal ini dilakukan agar pencipta maupun pemegang hak cipta terpenuhi haknya sesuai regulasi.

KAI belum dapat memastikan kapan lagu-lagu tersebut akan kembali diputar. Saat ini, KAI terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan proses administrasi penggunaan lagu.

“KAI terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan proses administrasi penggunaan lagu-lagu khas yang selama ini telah menyambut dan menemani para penumpang di stasiun-stasiun wilayah Daop 6 Yogyakarta,” jelas Feni.

Setelah seluruh kewajiban terpenuhi, KAI Daop 6 Yogyakarta akan membuka kemungkinan untuk kembali memutar lagu-lagu tersebut.

“Kami perlu memastikan seluruh kegiatan operasional di lingkungan KAI sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, khususnya mengenai perlindungan hak cipta,” tegas Feni. “Langkah ini bukanlah bentuk penghapusan, melainkan penyesuaian untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi.”

Lagu “Sepasang Mata Bola” merupakan salah satu lagu ikonik yang diputar di stasiun-stasiun Yogyakarta. Lagu ini menggambarkan kepindahan seorang pejuang dari Jakarta ke Yogyakarta menggunakan kereta api pada masa awal kemerdekaan.

Stasiun Yogyakarta menjadi salah satu stasiun terpadat di wilayah Daop 6. Selama Juli 2025, Daop 6 Yogyakarta mencatat telah melayani 46.016 warga negara asing yang menggunakan KA Jarak Jauh.

Jumlah tersebut terdiri dari 24.002 penumpang WNA yang berangkat dan 22.014 penumpang WNA yang tiba di wilayah Daop 6.

Feni menyampaikan bahwa Stasiun Yogyakarta menjadi stasiun dengan penumpang WNA terbanyak pada periode Juli 2025, yakni 20.416 penumpang WNA berangkat dan 18.707 penumpang WNA yang tiba.

Exit mobile version