Bangkok – Perhelatan SEA Games 2025 di Thailand dilanda berbagai masalah serius bahkan sebelum upacara pembukaan resmi, mencakup isu teknis dan non-teknis. Kepala Tim Olahraga Nasional Thailand, Thana Chaiprasit, telah mengadakan pertemuan darurat dengan perwakilan atlet dari 10 negara peserta untuk membahas dan mencari solusi atas sejumlah keluhan yang muncul.
Thana Chaiprasit mengungkapkan bahwa keluhan datang dari berbagai negara, salah satunya adalah penantian transportasi yang mencapai 5-6 jam di Bandara Suvarnabhumi. Kondisi ini menyebabkan keterlambatan bagi para atlet untuk berpartisipasi dalam upacara pembukaan dan mengganggu jadwal mereka.
Selain masalah transportasi, perubahan mendadak dalam pengaturan makanan juga menjadi sorotan. Penyelenggara SEA Games awalnya menyediakan kotak makan siang, namun kemudian mengubahnya menjadi sistem prasmanan. Keterbatasan transportasi untuk menuju tempat latihan di stadion juga banyak dikeluhkan, yang mengakibatkan para atlet membuang banyak waktu berharga.
Isu makanan halal turut menjadi perhatian serius. Perwakilan dari Brunei, Malaysia, Timor-Leste, dan Indonesia secara khusus meminta agar pihak hotel menyediakan makanan yang 100% halal. Hal ini dikarenakan sulitnya mengonsumsi hidangan yang disajikan secara komunal.
Permasalahan lainnya adalah kesalahpahaman terkait akomodasi bagi atlet dari masing-masing negara. Pihak penyelenggara SEA Games telah mengakui semua masalah yang ada dan berjanji akan segera melakukan pembenahan. Pertemuan rutin antara kepala tim olahraga nasional dan perwakilan atlet dijadwalkan setiap dua hari sekali untuk menindaklanjuti progres penyelesaian masalah.
Rentetan masalah ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, sejumlah insiden telah muncul, mulai dari mogoknya kontraktor, lapangan becek, hingga kesalahan penempatan bendera di jadwal yang tertera pada situs resmi SEA Games. Puncaknya, insiden salah bendera kembali terjadi pada upacara pembukaan SEA Games 2025, di mana bendera yang seharusnya merepresentasikan Indonesia justru terpasang sebagai bendera Singapura.






