Istanbul – Nama besar Jose Mourinho kembali menjadi perbincangan setelah Fenerbahce resmi memecatnya, hanya setahun setelah ia menjabat sebagai pelatih. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak dan diiringi dengan pesangon fantastis.
Pemecatan pelatih asal Portugal itu diumumkan Fenerbahce pada 29 Agustus 2025, usai kekalahan tim dari Benfica di babak kualifikasi Liga Champions. Kekalahan itu membuat Fenerbahce gagal melaju ke fase grup kompetisi elit Eropa.
Presiden Fenerbahce, Ali Koc, mengungkapkan bahwa performa tim di bawah Mourinho tidak memenuhi ekspektasi. Ia menilai gaya permainan tim terlalu defensif dan kurang menyerang.
“Attacking football tidak terlihat musim lalu. Saat musim ini dimulai, lima pertandingan resmi pertama mencerminkan hal yang sama,” kata Koc, dikutip dari Daily Mail.
Koc menambahkan, meskipun kekalahan dari Benfica bisa saja terjadi pada tim mana pun, manajemen merasa pesimistis dengan peluang Fenerbahce untuk meraih gelar juara. “Kami tidak melihat ada cahaya di ujung terowongan terkait perebutan gelar. Karena itu keputusan sulit ini harus diambil,” jelasnya.
Meskipun demikian, Koc tetap menghargai etos kerja Mourinho yang dinilainya sangat tinggi.
Mourinho, seperti biasanya, membawa pulang pesangon besar dari pemecatan ini, yaitu sekitar £7,7 juta (sekitar Rp171 miliar). Jumlah ini menambah panjang daftar kompensasi yang pernah diterimanya dari klub-klub sebelumnya seperti Chelsea, Real Madrid, Manchester United, Tottenham, hingga Roma.
Pemecatan dari Fenerbahce menambah catatan pahit dalam karier kepelatihan Mourinho. Namun, ia tetap menjadi sosok yang mampu menarik perhatian klub-klub besar, dan publik menantikan langkah selanjutnya dari “The Special One”.







