Klub Halangi Performa Cole Palmer dan Phil Foden ke Timnas

London – Keputusan pelatih Thomas Tuchel yang tidak memanggil Cole Palmer dan Phil Foden ke skuad Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026 memicu perdebatan sengit di publik Negeri Raja Charles. Pengumuman skuad resmi pada 22 Mei lalu tersebut mengejutkan banyak pihak, mengingat keduanya diproyeksikan sebagai tumpuan lini depan Inggris pasca era Harry Kane.

Tuchel memiliki alasan kuat di balik keputusan kontroversial tersebut. Performa kedua pemain ini dinilai mengalami penurunan signifikan sepanjang musim 2025-2026. Cole Palmer, yang sempat tampil impresif, musim ini lebih banyak berkutat dengan cedera. Ia hanya mampu mencatatkan 10 gol dan 3 assist dari 33 penampilan di semua kompetisi, catatan yang jauh menurun dibandingkan musim-musim sebelumnya.

Kondisi serupa dialami Phil Foden. Gelandang tersebut kesulitan menembus tim utama Manchester City dan hanya mengemas 10 gol serta 7 assist dalam 49 pertandingan. Tuchel tampaknya enggan mengambil risiko dengan membawa pemain yang tidak dalam kondisi performa terbaik.

Menanggapi hal tersebut, bos Asosiasi Pesepak Bola Profesional (PFA), Maheta Molango, mengakui bahwa performa kedua pemain memang sedang tidak optimal. Namun, ia justru menyoroti peran klub seperti Chelsea dan Manchester City yang dianggap mengeksploitasi pemain secara berlebihan.

Menurut Molango, padatnya jadwal pertandingan dalam beberapa musim terakhir menjadi penyebab utama penurunan performa Foden dan Palmer. Ia menyebut keduanya sebagai korban dari sistem sepak bola yang lebih mengedepankan kepentingan komersial dibandingkan kesehatan atlet.

Foden, yang pernah menyabet gelar Pemain Terbaik Premier League, dinilai kelelahan karena beban pertandingan yang terus meningkat. Begitu pula dengan Palmer yang praktis tidak memiliki waktu istirahat karena harus berkompetisi di EURO U-21 2023, EURO 2024, hingga Piala Dunia Klub 2025.

Molango menekankan perlunya perlindungan lebih bagi pemain-pemain spesial seperti mereka. Baginya, melihat talenta besar harus tersingkir dari tim nasional akibat kelelahan kronis merupakan kerugian besar bagi dunia sepak bola.

Exit mobile version