Jakarta – Kapten Timnas Lebanon, Mohamad Haidar, meminta maaf atas taktik bertahan total yang diterapkan timnya saat melawan Timnas Indonesia dalam laga FIFA Matchday, Senin (8/9). Ia mengakui strategi itu membuat pertandingan kurang menarik.
Haidar menyebut taktik tersebut sebagai “permainan kotor” dan menyatakan penyesalannya. “Mohon maaf atas apa yang terjadi dalam pertandingan. Inilah sepak bola,” ujarnya, dikutip dari Antara.
Dalam pertandingan yang berakhir imbang 0-0 itu, Lebanon memang cenderung bertahan dengan banyak pemain, bermain agak kasar, dan mengulur-ulur waktu. Akibatnya, mereka diganjar lima kartu kuning.
Meski demikian, Haidar mendoakan Timnas Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia 2026. Ia memprediksi, jika hal itu terjadi, Skuad Garuda mungkin juga akan menerapkan strategi serupa saat menghadapi tim-tim kuat.
“Saya harap Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. Kita lihat apa yang akan terjadi (saat tim-tim kuat) melawan mereka, pasti akan sama seperti sekarang kami bermain melawan Indonesia (bermain bertahan),” imbuhnya.
Haidar mengakui kualitas pemain Timnas Indonesia semakin meningkat, terutama dengan banyaknya pemain yang bermain di liga-liga Eropa.
“Dalam situasi kami, sangat sulit untuk bermain dengan sistem permainan kami yang biasa yaitu bermain menyerang selama 90 menit,” katanya.
Bagi Lebanon, hasil imbang melawan Indonesia dianggap positif, apalagi setelah sebelumnya mereka berhasil mengalahkan Qatar dengan skor 1-0.
“Dan, kami bermain sangat baik dari segi taktik. Seperti yang dikatakan pelatih, kami tidak dalam kondisi siap karena liga belum dimulai sekarang, kami masih berada di pramusim dan sekarang bermain melawan tim besar seperti Indonesia,” pungkasnya.







