KOMPAS.com – Pesta olahraga Asia Tenggara, SEA Games 2025, resmi berakhir pada Sabtu (20/12/2025).
Berdasarkan klasemen akhir perolehan medali, Thailand keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi 233 medali emas, 154 perak, dan 112 perunggu, dengan total 499 medali.
Sementara itu, Indonesia menutup ajang dua tahunan ini di peringkat kedua dengan raihan 333 medali, yang terdiri atas 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu.
Di balik pencapaian tersebut, terdapat fakta menarik. Indonesia ternyata berhasil mengantongi dua medali emas dari cabang olahraga termahal yang dipertandingkan di SEA Games 2025.
Lalu, olahraga apa yang termahal di SEA Games 2025?
Baca juga: Atlet-atlet Indonesia yang Pecahkan Rekor Nasional dan Dunia dalam SEA Games 2025
Indonesia raih 2 emas dalam olahraga termahal di SEA Games 2025
Dikutip dari Bolasport , Minggu (21/12/2025), cabang olahraga balap menjadi salah satu olahraga dengan biaya tertinggi di SEA Games 2025.
Indonesia berpartisipasi dalam empat disiplin lomba balap yang diadakan di Thai Polo & Equestrian Club, Chonburi, Pattaya, Thailand.
Keempat disiplin ilmu tersebut meliputi polo berkuda, dressage (tunggangan serasi), eventing (harmoni penunggang dan kuda), serta show jumping (lompat rintangan).
Dari nomor show jumping , Indonesia berhasil meraih dua medali emas, masing-masing dari nomor individu yang diwakili Coolen Brayen Nathan Brata dan nomor beregu.
Secara keseluruhan, tim pelari Indonesia meraih enam medali, terdiri atas dua emas, dua perak, dan dua perunggu.
Pada klasemen cabang olahraga balap, Indonesia menempati posisi kedua, sementara juara umum diraih Thailand dengan koleksi tiga emas, dua perak, dan satu perunggu.
Namun, dibalik prestasi tersebut, tersimpan perjuangan dan biaya besar yang harus dikeluarkan untuk mengikuti cabang olahraga equestrian.
Olahraga berkuda diketahui membutuhkan biaya hingga puluhan miliar rupiah, terutama karena harga kuda yang mahal serta biaya pengiriman dari luar negeri.
Baca juga: Klasemen Perolehan Medali Emas SEA Games 2025, Indonesia Peringkat Berapa?
Berapa biaya yang harus dikeluarkan tim berkuda Indonesia?
Ketua Harian PB Pordasi, Mochammad Chaidir Saddak, mengungkapkan bahwa tim Indonesia membawa 12 ekor kuda ke SEA Games 2025.
Harga satu ekor kuda setara dengan mobil mewah seperti Alphard, yang ditaksir mencapai Rp 1,5–2 miliar. Kuda-kuda tersebut didatangkan langsung dari Jerman dan Belanda.
“Harga kudanya bisa untuk membeli 12 mobil Alphard,” ujar Saddak, dikutip dari Kompas.id .
“Sementara itu, biaya transportasi satu kuda dari Eropa juga bisa setara dengan harga satu mobil Alphard,” tambahnya.
Dengan estimasi satu ekor kuda seharga sebuah mobil Alphard (Rp 1,5 miliar), nilai 12 ekor kuda yang dibawa tim Indonesia ke SEA Games 2025 diperkirakan mencapai sekitar Rp 18 miliar.
Sementara itu, biaya transportasi 12 ekor kuda dari Eropa ke Indonesia juga diperkirakan mencapai Rp 18 miliar.
Dengan total 12 ekor kuda yang dibawa ke Thailand, biaya yang dikeluarkan pun sangat besar.
Angka tersebut belum termasuk biaya persiapan dan pemusatan latihan tim balap Indonesia yang dilakukan di Eropa.
Jika ditotal, biaya yang dibutuhkan tim berkuda untuk ikut SEA Games 2025 bisa mencapai puluhan miliar rupiah.
“Kami mempersiapkan diri di Eropa karena frekuensi pertandingannya lebih banyak,” kata Saddak.
Biaya yang lebih besar bahkan dikeluarkan untuk nomor polo berkuda. Tim Indonesia mendatangkan 16 ekor kuda dari Argentina.
Dengan estimasi harga yang sama, nilai kuda untuk polo berkuda diperkirakan mencapai sekitar Rp 24 miliar.
“Yang lebih mahal lagi itu polo berkuda,” ujar Saddak.
Meski begitu, tim polo balap Indonesia harus puas berada di posisi terbawah dalam sistem round robin dari lima negara peserta.
Sementara itu, bendahara umum sekaligus Chief de Mission Tim Indonesia SEA Games 2025 Thailand, Aang Sunadji, mengakui, ada dua cabang olahraga dengan biaya paling mahal di ajang ini.
Selain berkuda, baik equestrian maupun polo, cabang lain yang juga membutuhkan biaya besar adalah jet ski.
“Jet ski-nya dibawa langsung dari Amerika Serikat. Itu juga mahal biayanya,” kata Aang.
Baca juga: Berapa Bonus yang Diterima Atlet Peraih Medali Emas SEA Games 2025?
