Tegucigalpa – Federasi sepak bola Honduras (FFH) disebut menerima tamparan telak dari publik menyusul dugaan kuat bergabungnya John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia. Tawaran gaji tinggi dan proyek ambisius dari PSSI dinilai menjadi faktor utama kegagalan FFH menggaet pelatih idola mereka.
Reaksi cukup keras dilontarkan publik Honduras menyusul keputusan yang diambil pelatih pujaan mereka, John Herdman, akan masa depannya. Pelatih asal Inggris itu ternyata sempat menjadi kandidat utama pelatih Honduras, namun federasinya dinilai lamban dalam bergerak.
Indonesia, di sisi lain, lebih berani dalam memberikan tawaran gaji yang tinggi disertai proyek besar yang mereka anggap eksotis. Sebuah media di Honduras menyoroti bahwa “Jutaan dan proyek eksotis” ini merupakan tamparan telak bagi FFH.
Media di Honduras tersebut mengakui keberanian dan usaha Indonesia yang tidak main-main dalam mendapatkan tanda tangan Herdman. Disebutkan bahwa kontrak yang ditawarkan mencakup ribuan dolar per bulan. Angka ini di Honduras tampaknya sulit dicapai atau setidaknya, FFH tidak berani mengajukannya tepat waktu.
Kekesalan publik Honduras terhadap federasinya memuncak, mempertanyakan apa yang sebenarnya sedang dikerjakan. Di saat kursi pelatih sedang kosong, dua target yang diidam-idamkan masyarakat lokal, yakni Juan Carlos Osorio dan kini John Herdman, justru kepincut tawaran negara lain.
Kelambanan birokrasi dewan nasional dinilai sekali lagi berdampak buruk, menyebabkan seorang pelatih yang dipuji pers dan penggemar lolos dari genggaman mereka.
Meskipun belum diumumkan secara resmi, sosok Herdman sangat kuat mengarah sebagai pelatih baru Timnas Indonesia. Menurut PSSI, pelatih terpilih nantinya akan menukangi dua timnas, senior dan U-23, dengan target tinggi.
Piala Asia 2027 akan menjadi tantangan pertama pelatih baru skuad Garuda, selain mendongkrak peringkat FIFA. Pengumuman pelatih baru Timnas Indonesia sangat dinantikan, apakah akan dilakukan akhir tahun ini atau awal tahun depan.







