Jakarta – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan perkembangan terbaru terkait pencarian pelatih baru untuk Timnas Indonesia. PSSI tengah mempertimbangkan lima kandidat pelatih untuk mengisi posisi yang kosong setelah berakhirnya kerja sama dengan Patrick Kluivert.
Proses seleksi pelatih terus berjalan dan PSSI tidak ingin terburu-buru dalam menentukan pilihan. Erick Thohir menegaskan, PSSI akan fokus pada agenda FIFA Matchday tahun depan.
Menurut Erick, sudah ada lima nama yang berpotensi menjadi pelatih Timnas Indonesia. Diskusi dengan berbagai pihak, termasuk PSSI dan stakeholder pemerintah, terus dilakukan untuk mencari sosok yang paling tepat bagi Skuad Garuda.
“Kita ada FIFA Matchday November tetapi yang besar Maret, Juni, September, Oktober, dan November,” ujar Erick Thohir seperti dilansir dari kanal YouTube Bukan Kaleng Kaleng. “Kita kembali menjaring nama lebih banyak, sudah ada lima nama.”
Erick menambahkan, kelima nama tersebut belum tentu bersedia melatih Timnas Indonesia. Sebelumnya, PSSI telah memiliki daftar 10 nama, namun separuhnya tidak bersedia. Proses yang akan dilakukan PSSI masih panjang, sehingga mereka tidak ingin gegabah.
“Karena lima nama ini belum tentu *available*, ini kan baru cita-cita,” katanya. “Sebenarnya sebelumnya ada 10 nama tapi yang lima tidak bersedia, kita juga perlu proses.”
Meski menyebutkan jumlah kandidat, Erick enggan mengungkap nama-nama atau asal negara calon pelatih Timnas Indonesia. Ia hanya menyebutkan bahwa kandidat berasal dari sekitar empat negara.
Menanggapi desakan agar dirinya mundur dari Ketum PSSI setelah blunder Patrick Kluivert, Erick mengisyaratkan dirinya tidak bersedia meninggalkan jabatan. Ia menyatakan akan menanggung jabatan tersebut hingga periodenya habis pada 2027 mendatang.
“Jangan kita membangun *scapegoat*. Kita harus mengaku salah semua,” ujar Erick Thohir.
Erick mempersilakan siapa saja yang bersedia menjadi Ketum PSSI yang baru untuk maju pada pemilihan 2027. Ia juga menyatakan sikap terbuka terhadap kritik dan saran publik.
“Nah, jadi amanah ini ya saya harus pertanggungjawabkan dan jaga, dan itu yang saya bilang, pada 2027 ada pemilihan, silakan saja,” kata Erick Thohir. “Tapi beri kesempatan kita bekerja dengan segala kekurangan kita.”






